Minggu, 21 Desember 2014
Tribun Jambi

Tiga Kakak Beradik Diperkosa dan Dibunuh

Rabu, 20 Februari 2013 23:56 WIB

Tiga Kakak Beradik Diperkosa dan Dibunuh
NET
Ilustrasi
TRIBUNJAMBI.COM, MUMBAI  - Tiga perempuan kaka beradik berusia antara enam tahun sampai 11 tahun diperkosa dan dibunuh. Mayat ketiganya kemudian dibuang ke sebuah sumur di sebuah desa di kawasan pedesaan sebelah barat India.

Tubuh ketiga kaka beradik ini ditemukan pekan lalu, dua hari setelah mereka dilaporkan hilang pada 14 Februari lalu dari rumahnya di distrik Bhandara, negara bagian Maharashta.

Kantor berita AFP mengutip pejabat kepolisian Aarti Singh, hari Rabu (20/2) mengemukakan, "Tubuh ketiga bocah perempuan ini ditemukan dalam sumur lengkap dengan tas sekolah mereka dan sepatu yang dikenakan mereka," ujar Singh yang ditelepon dari Ngapur.

Tiga bocah perempuan kakak beradik ini berusia antara enam tahun sampai 11 tahun. "Penyelidkan pasca kematian memastikan bahwa tiga bocah perempuan ini diperkosa dan dibunuh," ujar Singh.

Sejauh ini belum ada tersangka yang ditahan. Empat orang sudah dipanggil untuk diminta keterangan dan penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap siapa berada di balik kasus yang kejam ini.

Sanak keluarga dari tiga bocah perempuan ini mengatakan, mereka bertiga keluar dari rumahnya untuk mencari ibu mereka yang lagi pergi. Sejak itu mereka tak pernah terdengar lagi sampai dimayat mereka ditemukan dalam sumur. Kejadian kejam ini mendorong aksi protes dari warga desa.

Menurut Singh, aksi protes ini terutama diperkuat dengan adanya aksi protes yang muncul di New Delhi, ibukota India menyusl aksi perkosaan secara brutal yang dilakukan kelompok pemerkosaan atas seorang mahasiswi berusia 23 tahun di dalam sebuah bus di New Delhi, bulan Desember lalu.

Aksi perkosaan dalam bus yang berakhir dengan dibuangnya tubuh perempuan mahasiswi ini dari dalam bus dan kemudian meninggal dunia dalam perawatan, telah memicu aksi di seluruh India menyangkut bagaimana meningkatkan keselamatan dan keamanan atas perempuan di seluruh India. 


Sumber: AFP

Editor: rahimin
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas