• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Jambi

Kemendikbud Evaluasi Seleksi Pamong Jambi

Rabu, 13 Februari 2013 09:57 WIB
Kemendikbud Evaluasi Seleksi Pamong Jambi
aldino/tribun jambi
Ilustrasi
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA -  Sekretaris Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Gatot Ghautama memaklumi animo masyarakat di Jambi untuk menempati posisi pamong budaya di Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jambi minim. Profesi tersebut termasuk baru, bahkan perekrutan itu adalah kali pertama di Jambi.
 "Jadi orang masih mengira-ngira pekerjaannya seperti apa," ujar Gatot Ghautama saat diubungi TRIBUNnews.com, di Jakarta Selasa (12/2).
Lulusan Program Studi Arkeologi, Fakuktas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia itu juga tidak menampik, dana yang dianggarkan untuk publikasi perekrutan tersebut agak minim, dan waktu yang disediakan pun sempit.
Karena itu, ia mengaku tidak heran dari lima orang yang dibutuhkan, hanya delapan orang yang mengajukan lamaran. Atas hal itu, BP3 pun tidak bisa menjaring tenaga yang ideal.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, BP3 Jambi meloloskan lima orang untuk mengisi pekerjaan sebagai pamong budaya. Tapi sayangnya dua dari lima orang tersebut kualifikasinya tidak sesuai dengan yang sudah diatur Setditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Dari lima orang yang diterima, hanya tiga orang yang memenuhi persyaratan minimal Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,00.  Dua orang di antaranya mempunyai IPK di bawah 3,00 dan tidak sesuai dengan program studi yang diharapkan, dan satu di antaranya diduga suami dari Panitia Seleksi Penerimaan Pamong Budaya 2012 Setditjen Kebudayaan Kemendikbud untuk regional Jambi.
Dikatakan Gatot, masalah serupa juga terjadi di berbagai daerah lainnya, antara lain di Papua. Masyarakat Papua yang mendaftar lowongan pamong budaya tidak sesuai dengan yang telah di tetapkan pemerintah pusat. Oleh karena itu pemerintah terpaksa memasok tenaga dari pulau Jawa. "Kebetulan waktu itu banyak yang mau ditempatkan di Papua," katanya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, tahun 2013 ini pemerintah masih membutuhkan sekitar 100 orang tenaga pamong budaya, dan dalam waktu dekat juga perekrutan akan kembali dibuka. Namun demikian ia tidak bisa maenyebutkan berapa banyak yang dibutuhkan untuk Jambi, hal itu akan disesuaikan dengan kebutuhkan BP3 Jambi.
 "Dari seleksi kemarin kami melakukan evaluasi, mudah-mudahan hal yang sama tidak terulang di tahun ini," tuturnya.
Seperti beberapa kali diberitakan sebelumnya, proses rekrut pamong budaya di Jambi menuai protes dari berbagai pihak. Proses penerimaan tidak diumumkan di media cetak dan elektronik, namun hanya ada di media online. Hasilnya jumlah pendaftar hanya 8 orang saja.
Beberapa organisasi pemuda bahkan meminta hasil tes dianulir saja, sedangkan pengamat hukum mengatakan masyarakat bisa menggugat pihak panitia penyelenggara lewat jalur hukum.
Pada pasal 1 Peraturan Menteri Negara pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/09/M.PAN/5/2008 Tentang Jabatan Fungsional Pamong Budaya dan Angka Kreditnya, dijelaskan pamong budaya adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup tugas tanggung jawab dan wewenang, untuk pembinaan kebudayaan yang diduduki oleh Pegawai Negri Sipil (PNS), dengan hak dan kewajiban yang diberikan secara penuh oleh pejabat yang berwenang.
Sedangkan Pamong Budaya Terampil, adalah pamong budaya yang mempunyai kualifikasi teknis atau penunjang profesional yang pelaksanaan tugas dan fungsinya mensyaratkan penguasaan pengetahuan teknis dibidang kebudayaan. Selain itu ada juga pamong budaya ahli, yang mempunyai kualifikasi profesional yang pelaksanaan tugas dan fungsinya mensyaratkan penguasaan pengetahuan, metodologi dan teknis analisis di bidang kebudayaan.
Pada pasal 2 dijelaskan, tugas pokok pamong budaya adalah melaksanakan pembninaan kebudayaan di bidang nilai budaya, kesejarahan, kesenian, permuseuman kepurbakalaan dan kebahasaan. Gatot mencontohkan untuk urusan pembinaan kepurbakalaan, seorang Pamong Budaya dapat membantu masyarakat untuk mendaftarkan Benda Cagar Budaya (BCB) yang mereka temukan, atau bahkan warisan keluarga yang ternyata adalah BCB. "Pamong Budaya bisa juga menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk pelestarian budaya," katanya.
Pelaksana Direktur Jendral Kebudayaan Kemendikbud Kacung Marijan, dihubungi terpisah mengaku tidak tahu-menahu perihal perekrutan pamong budaya di  BP3 Jambi. Ia mengatakan tidak bisa mengomentari mengapa BP3 merekrut orang yang tidak sesuai kualifikasi.
"Soal Jambi saya tidak tahu persis. Anda kontak UPT (Unit Pelaksana Teknis) di Jambi saja yang tahu persis permasalahannya. Itu lebih baik," ujarnya.
Editor: fifi
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas