A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Arwah Harimau Dianggap Sahabat Nenek Moyang - Tribun Jambi
Senin, 24 November 2014
Tribun Jambi

Arwah Harimau Dianggap Sahabat Nenek Moyang

Senin, 4 Februari 2013 10:59 WIB

Arwah Harimau Dianggap Sahabat Nenek Moyang
IST
Harimau yang terekam kamera trap di Hutan Adat Guguk 15 maret 02012
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Harimau Sumatera, bagi masyarakat Kabupaten Kerinci tidak hanya sebagai satwa langka yang dilindungi oleh pemerintah. masyarakat juga menganggap harimau sebagai hewan keramat, yang dihormati.
HAMPIR semua desa dalam wilayah Kabupaten Kerinci, memiliki cerita unik tentang hubungan manusia dengan si raja hutan. Harimau dianggap memiliki kekuatan sakti, yang suatu saat bisa dimintai pertolongan.
Di Desa Sungai Deras, Kecamatan Air Hangat Timur, misalnya. Masyarakat masih melakukan beberapa ritual kepada sang raja hutan tersebut. Meski zaman sudah modern, ritual-ritual adat dan kepercayaan masih tetap dijunjung tinggi.
Seperti yang dilakukan belum lama ini, masyarakat setempat mengadakan ritual memberi makan harimau. Sepintas, bagi orang yang tidak mengetahui asal-usul tradisi ini menganggap sejumlah makanan yang diberikan untuk harimau yang masih hidup.
Namun, sebenarnya masyarakat setempat menyiapkan aneka jenis makanan yang disiapkan tersebut untuk arwah harimau, sahabat nenek moyang kampung mereka, yang masih mereka hormati.
Masyarakat setempat berkeyakinan, nenek moyang mereka saat masih hidup pada pertengahan abad ke 19 hingga permulaan abad ke 20, memiliki sahabat berupa seekor harimau Sumatera.
Keyakinan ini, diwarisi secara turun temurun sampai saat ini. Setiap 2 tahun sekali, tradisi ini tetap dilaksanakan masyarakat dalam rangkaian acara kenduri sudah tuai.
Masyarakat berkumpul di sebuah makam nenek moyang yang terletak di atas bukit, dengan membawa sejumlah makanan, seperti nasi, telur dan sebagainya. Setelah berkumpul, para petua masyarakat membaca Yasin dan Tahlil dan ditutup dengan membaca doa, setelah itu makanan yang ada diberikan kepada seluruh masyarakat yang hadir.
Superman, seorang tokoh masyarakat setempat, mengatakan selain sebagai salah satu wujud rasa syukur masyarakat telah melaksanakan panen, upacara ini dimaksudkan untuk meminta perlindungan kepada Tuhan agar kampung mereka dijauhkan dari musibah dan sebagainya.
Tidak hanya di Desa Sungai Deras saja, di Desa Semerah, Kecamatan Sitinjau Laut, juga sangat menghormati harimau. Beberapa harimau dianggap sebagai nenek (sosok gaib), yang memiliki kesaktian.
Di desa ini, setiap pemuda yang akan belajar ilmu silat, harus dilepas dengan membakar kemenyan putih, diiringi mantra-mantra yang tujuannya untuk menghadirkan harimau, agar memberikan perlindungan saat pemuda belajar silat.
Bahkan, saat masyarakat Kerinci sedang menghadapi kesulitan, baik di hutan maupun di perantauan, mereka dianjurkan untuk membakar kemenyan putih, agar nenek (harimau) datang memberikan pertolongan.
Tidak hanya sampai disitu saja. Cerita harimau yang melekat dengan masyarakat Kerinci, juga sampai ke negeri Jiran Malaysia. Bahkan pernah tersiar kabar ada warga Kerinci yang berubah menjadi harimau, saat berada di dalam tahanan kepolisian Malaysia. Oleh sebab itu, warga Kerinci di Malaysia cukup disegani.
Penulis: edijanuar
Editor: fifi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas