• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribun Jambi

Bayinya Angga Tiara Diduga Keracunan Dalam Kandungan

Minggu, 20 Januari 2013 09:40 WIB
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muzakkir

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Direktur Pelayanan Medik RSU Raden Mattaher Jambi, dr Djalrizal menduga, kematian bayi yang ada di kandungan Angga Tiara Dupika (19), akibat penyakit kejang-kejang sehari sebelum masuk ke rumah sakit. 

 "Kita tidak bisa memastikan sebenarnya. Ini sama dengan hal keguguran, dalam masalah keguguran, 50-60 persen tidak diketahui. Jadi sama dengan hal ini, kami tidak bisa mengetahui dengan pasti," jelas Rudy Gunawan SpOG, Konsultan Dokter Kandungan, yang mendampingi Djalrizal, Sabtu (19/1). 
 
 Dia menjelaskan, akibat kematian itu semua kotoran dan virus di tubuh bayi menyerang ibunya. Itu diduga yang mengakibatkan nyawa Angga tak tertolong. "(Istilahnya) keracunan kehamilan," kata Rudy. 

 Keracunan kehamilan memang ditandai kejang-kejang dan merusak organ seperti ginjal, hati, jantung, dan mengakibatkan semua organ di tubuh terkena semua. "Jadi memang kecil kemungkinan bisa terselamatkan," jelasnya. 

 Rudy menambahkan, sebelum ke Raden Mattaher, korban sudah perawatan di RS Bakti Lestari. Namun setelah perawatan lanjutnya, pasien dibawa kembali ke rumah, dan tidak dirujuk ke rumah sakit. Terkait tudingan keterlambatan dokter, Herlambang membatahnya.

 Menurutnya, saat kejadian dirinya di rumah sakit. Namun saat bersamaan, dirinya sedang mengoperasi pasien lain. Lalu apakah dokter di RS hanya Herlambang saja? Djalrizal mengatakan, Herlambang sudah memerintahkan dokter jaga menangani korban dengan arahan langsung. 

 "Saya sudah melakukan petunjuk kepada dr jaga yang memang orang terpilih untuk menangani masalah penannganan itu," kelit Herlambang. 

 Saat di IGD kata Djalrizal, dokter jaga sudah berusaha menyetabilkan kondisi pasien. "

Tensinya 150/100. Dan tidak mungkin dilakukan oeprasi dalam keadaan kondisi badan yang begitu. Jadi kita tunggu tenang dulu dengan berbagai cara untuk menurunkan tensinya. Jadi apabila dioperasi pada saat itu juga, maka akan sangat berbahaya lagi," jelasnya sembari berusaha meyakinkan RS sudah menjalankan semua prosedur.


 

Penulis: muzakkir
Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
158572 articles 5 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas