Sabtu, 7 Maret 2015

Tempatnya Makanan Khas Jambi

Minggu, 13 Januari 2013 16:32 WIB

Tempatnya Makanan Khas Jambi
TRIBUNJAMBI/ALDINO

TAK harus menunggu momen spesial untuk menyantap makanan khas Jambi. Berbagai hidangan khas Jambi seperti Nasi Minyak, Tempoyak, Pindang, hingga Gulai Terjun kini bisa Anda jumpai setiap hari di Rumah Makan Nasi Minyak Asli Putri Jelmu. Warung makan yang baru tiga bulan berdiri ini memang khusus menyajikan hidangan khas Jambi.

Tidak terlalu sulit menemukan warung makan ini, karena lokasinya berada tak jauh dari pusat perkantoran Pemerintah Provinsi Jambi. Tepatnya di jalan RE Martadinata nomor 42, Sei Kambang warung makan ini terletak di samping SD Negeri 47 Jambi. Jika Anda berjalan dari arah kantor gubernur Jambi, maka Anda akan menemui simpang empat. Lurus saja sekitar 100 meter sebelah kiri maka Anda akan menjumpai warung makan ini.

Ketika Tribun bertandang ke rumah makan tersebut, Sabtu (12/1) siang, dua menu andalan sempat disajikan yakni Nasi minyak, lengkap dengan kari, ikan tepek dan sambal nanas. Satunya dari olahan daging, Tribun mencoba mencicipi Gulai Terjun, yang dari namanya saja sudah bikin penasaran.

Boleh diakui, nasi minyak yang dihidangkan di sini memiliki rasa yang lebih pas daripada nasi yang dihidangkan pada acara‑acara kebanyakan. Perpaduan kayu manis, cengkeh, pala dan bumbu laut benar‑benar menyatu dalam nasi. Rasa lebih gurih dan sedap juga terasa pas berkat campuran susu cair yang turut menjadi bumbu utama.

Namun kunci dari citarasa nasi minyak tersebut terletak pada minyak samin yang digunakan. Begitu jelas Nur Hasanah, owner RM Nasi Minyak Asli Putri Jelmu.

"Kita memang berhati‑hati untuk menjaga kualitas rasa, makanya kami memilih minyak samin untuk memberikan rasa lebih gurih. Kalau pakai minyak sayur biasa rasanya pasti jauh berbeda," papar perempuan berjilbab ini.

Beralih ke Gulai Terjun, rasanya ternyata juga mengejutkan. Santan khas rempah yang menenggelamkan potongan daging di dalamnya terasa segar sekaligus pedas. Di tengah menyantap hidangan ini Tribun sempat teringat dengan nama Gulai Terjun yang digunakan untuk masakan ini. Ternyata kata terjun yang disandangkan untuk gulai ini berasal dari cara masaknya yang langsung menerjunkan bumbu secara serentak. Mmm, unik juga!

Halaman12
Penulis: wahid
Editor: deddy
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas