• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 23 September 2014
Tribun Jambi

Tempatnya Makanan Khas Jambi

Minggu, 13 Januari 2013 16:32 WIB
Tempatnya Makanan Khas Jambi
TRIBUNJAMBI/ALDINO


TAK harus menunggu momen spesial untuk menyantap makanan khas Jambi. Berbagai hidangan khas Jambi seperti Nasi Minyak, Tempoyak, Pindang, hingga Gulai Terjun kini bisa Anda jumpai setiap hari di Rumah Makan Nasi Minyak Asli Putri Jelmu. Warung makan yang baru tiga bulan berdiri ini memang khusus menyajikan hidangan khas Jambi.

Tidak terlalu sulit menemukan warung makan ini, karena lokasinya berada tak jauh dari pusat perkantoran Pemerintah Provinsi Jambi. Tepatnya di jalan RE Martadinata nomor 42, Sei Kambang warung makan ini terletak di samping SD Negeri 47 Jambi. Jika Anda berjalan dari arah kantor gubernur Jambi, maka Anda akan menemui simpang empat. Lurus saja sekitar 100 meter sebelah kiri maka Anda akan menjumpai warung makan ini.

Ketika Tribun bertandang ke rumah makan tersebut, Sabtu (12/1) siang, dua menu andalan sempat disajikan yakni Nasi minyak, lengkap dengan kari, ikan tepek dan sambal nanas. Satunya dari olahan daging, Tribun mencoba mencicipi Gulai Terjun, yang dari namanya saja sudah bikin penasaran.

Boleh diakui, nasi minyak yang dihidangkan di sini memiliki rasa yang lebih pas daripada nasi yang dihidangkan pada acara‑acara kebanyakan. Perpaduan kayu manis, cengkeh, pala dan bumbu laut benar‑benar menyatu dalam nasi. Rasa lebih gurih dan sedap juga terasa pas berkat campuran susu cair yang turut menjadi bumbu utama.

Namun kunci dari citarasa nasi minyak tersebut terletak pada minyak samin yang digunakan. Begitu jelas Nur Hasanah, owner RM Nasi Minyak Asli Putri Jelmu.

"Kita memang berhati‑hati untuk menjaga kualitas rasa, makanya kami memilih minyak samin untuk memberikan rasa lebih gurih. Kalau pakai minyak sayur biasa rasanya pasti jauh berbeda," papar perempuan berjilbab ini.

Beralih ke Gulai Terjun, rasanya ternyata juga mengejutkan. Santan khas rempah yang menenggelamkan potongan daging di dalamnya terasa segar sekaligus pedas. Di tengah menyantap hidangan ini Tribun sempat teringat dengan nama Gulai Terjun yang digunakan untuk masakan ini. Ternyata kata terjun yang disandangkan untuk gulai ini berasal dari cara masaknya yang langsung menerjunkan bumbu secara serentak. Mmm, unik juga!

Untuk mendapatkan satu paket nasi minyak kari dan ikan tepek Anda hanya perlu membayar Rp 26 ribu saja. Sedangkan paket Gulai Terjun lengkap dengan nasi sambal dan lalapan hanya dibandrol Rp 15 ribu. Olahan nasi minyak sendiri ada empat jenis mulai paket Rp 22 ribu hingga Rp 35 ribu per porsi. Olahan ikan mulai pindang, tempoyak sop dan gulai mulai Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu saja per porsi.

Perempuan yang akrab disapa Hasanah ini mengatakan ide mendirikan rumah makan khas Jambi ini muncul ketika ia merasa masakan khas Jambi tersebut memang cukup sulit dijumpai di warung‑warung makan yang ada di kota Jambi.

Tak sebatas menjajakan makanan untuk mencari laba semata, namun jauh dalam keinginan Hasanah adalah membuat sentra sajian khas Jambi tetap eksis dan dikenal oleh banyak orang. Sebagai putra daerah Jambi ia merasa perlu melestarikan warisan kuliner ini.

"Di Jambi ini sebetulnya memiliki masakan khas yang rasanya tak kalah dengan masakan daerah lain. Sangat banyak. Semua yang disajikan di sini hampir semuanya merupakan makanan khas Jambi dari berbagai daerah. Sayang kalau potensi ini dibiarkan saja," paparnya.

Warung makan khas Jambi ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00. Bagi yang penasaran dengan nama Jelmu, Jelmu merupakan nama sebuah kampung di Seberang sekaligus daerah asal si pemilik warung makan. (Wahid Nurdin)

Penulis: wahid
Editor: deddy
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
154082 articles 5 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas