Sabtu, 20 Desember 2014
Tribun Jambi

Angin Puting Beliung Rusak 4 Desa di Muara Bulian

Sabtu, 12 Januari 2013 09:24 WIB

Angin Puting Beliung Rusak 4 Desa di Muara Bulian
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Warga berusaha menyelamatkan harta benda setelah rumah mereka roboh terkena hempasan angin puting beliung
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Ratusan rumah yang berada di empat Desa di Kecamatan Muara Bulian rusak akibat dihantam angin puting beliung. Sebagian besar rumah rusak akibat tertimpa pohon tumbang, atap terbang, bahkan ada bangunan yang roboh.
Farida, warga RT 02 Desa Aro mengatakan bahwa sebelum terjangan angin puting beliung menghantam rumahnya terdengar suara angin yang menderu keras.
"Suara angin menderu seperti mobil yang digas kencang," kata Farida, Jumat (11/1). Farida mengatakan saat kejadian dirinya hanya berdua dengan anak perempuannya. Mendengar suara angin yang kencang seperti itu, dirinya dan anaknya tidak berani keluar rumah.
Mereka pun tidak berani keluar rumah meskipun mengetahui garasi mobil mereka roboh dihantam angin. Beruntung ketika itu, mobil mereka tidak ada dalam garasi. Demikian juga ketika pohon di samping rumahnya roboh dan beberapa genteng atap rumahnya juga runtuh.
"Wak cuma mau sembunyi bae di dalam. Nak keluar takut kagek justru kena timpo pohon roboh," ungkap Farida.
Kejadian itu, menurut Farida berlangsung hanya sekitar 15 menit. Deru angin sendiri dimulai sekira pukul 11.30. Dan suara menderu angin terdengar datang dari arah sungai di belakang rumah mereka dan terus menghantam ke darat.
Tidak hanya Farida yang mengalami kerugian akibat robohnya garasi mobil mereka. Zuhdi warga RT 04 Desa Aro juga mengalami kejadian serupa. Bahkan kerugian yang dialaminya lebih besar lagi karena kandang ayam berukuran 12 meter miliknya roboh. Di dalam kandang itu ada ayam potong yang siap jual sebanyak 1.000 ekor.
"Akibat robohnya kandang itu, sebanyak 60 ayam mati. Dan kerugian kandang mencapai Rp 15 juta," ujar Zuhdi.
Zuhdi pun mengakui bahwa sebelum angin menghantam kandang ayam dan rumah mereka terdengar seperti mobil truk yang digas kencang masuk ke halaman rumahnya. Sehingga dirinya keluar rumah untuk mengetahui siapa yang datang tengah malam. Namun ketika membuka pintu, dirinya terkejut mengetahui itu suara angin yang naik dari arah sungai ke arah rumah mereka.
"Malam itu sempat kukira itu mobil mau ngantar ayam tengah malam. Sempat ingin marah juga. Tapi begitu tahu itu angin, langsung tutup pintu lagi. Anginnya kencang dan berputar cepat," kata Zuhdi.
Hujan lebat yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIB merusak ratusan rumah di empat Desa Kecamatan Muara Bulian. Kerusakan ada yang disebabkan oleh tertimpa pohon dan ada juga yang memang terhantam arus angin yang kencang. Angin puting beliung tersebut pertama muncul dari Desa Olak, kemudian berjalan ke Singoan, terus ke Desa Aro, dan berakhir di Desa Sungai Baung Kecamatan Muarabulian.
Beberapa menit setelah kejadian, sejumlah pejabat Pemkab Batanghari langsung bergerak menuju lokasi bencana untuk melihat kondisi rumah warga pasca puting beliung yang terjadi hampir 15 menit tersebut.
Pejabat pemkab Batanghari yang turun ke lapangan pada malam itu, yakni Kabag Humas, Kabag ekonomi, Pembangunan, Camat Muarabulian dan Arzanil.
Pagi harinya, Jumat (11/1), Wakil Bupati Batanghari Sinwan, SH dan  Sekda Drs.H. Ali Redo didampingi Kabag Humas Tarmadi, SE, Camat Muarabulian Drs M Riva'i  meninjau kondisi korban di Desa Aro.
Berdasarkan pantauan di lapangan kemarin, banyak rumah warga yang rusak berat, rusak ringan, arus listrik dipadamkan sementara. Di badan jalan banyak pohon tumbang terutama pohon-pohon yang berada di pesisir Sungai Batanghari.
Wabup Sinwan, SH pada kesempatan tersebut mengharapkan agar warga yang terkena musibah bersabar, lalu intropeksi dan mendekatkan diri kepada Allah SWT  seraya berdoa semoga  musibah ini tidak terjadi lagi di wilayah Batanghari khususnya di Desa Aro dan sekitarnya.

Pendataan korban
Sekda Kabupaten Batanghari Ali Redo mengatakan bahwa dirinya telah memerintahkan agar pihak BPBD segera melakukan pendataan jumlah korban. Setelah diperolah jumlah korban, segera diberikan bantuan.
"Saya melihat ini bencana alam yang tidak kita duga. Maka pendataan harus segera dilakukan untuk penyaluran bantuan. Semuanya sudah dipersiapkan, hanya menunggu data rill jumlah korban saja," kata Sekda.
Menurut data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batanghari. Di Desa Aro terdapat 51 rumah rusak, Desa Sungai Baung 48 rumah, Desa Muaro Singoan 13 rumah, Desa Olak ada 9 rumah. Selain itu, di desa Tebing Tinggi kecamatan Pemayung juga ditemukan 6 rumah warga yang dinyatakan rusak dan 2 rumah lagi di desa Batu Sawar kecamatan Marosebo Ulu.
Samral Lubis, Kasi Penanggulangan Bencana BPBD Batanghari mengatakan bahwa mereka juga telah membuka akses jalan yang tertutup pohon tumbang. Selain itu mereka juga membuka posko bencana di tepi sungai Batanghari khususnya di Desa Aro yang lokasinya paling parah.
"Kita sudah buka jalan yang tertutup, menyambungkan kembali sebagian instalasi listrik yang terputus dan menyalurkan bantuan," ujar Samral.
Bantuan korban angin puting beliung sudah dikucurkan oleh pihak Disosnakertrans Batanghari. Menurut Kabid Sosial Batanghari M. Sukri, saat dikonfirmasi mengatakan bantuan yang diberikan sifatnya sementara.
"Yang jelas, bantuan sudah kami salurkan, untuk satu buah rumah satu paket," ujar M Sukri.
Isi bantuan tersebut berupa beras dan makanan, beras 5 kilo, mie instan 10 bungkus, sarden 5 kaleng dan roti siap saji. Bantuan yang diturunkan tersebut berdasarkan data dari BPBD Batanghari yang telah meninjau langsung kelokasi kejadian.
Informasi lain yang diperoleh Tribun bahwa pada hari yang sama juga ada warga meninggal. Akan tetapi hal itu dibantah oleh Kasi Penanggulangan Bencana BPBD sebagai korban jiwa. Meninggalnya warga desa Aro tersebut karena sakit yang dideritanya.
Penulis: dunan
Editor: fifi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas