A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Bupati Pusing Banyak PNS Ingin Cerai - Tribun Jambi
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 27 Agustus 2014
Tribun Jambi

Bupati Pusing Banyak PNS Ingin Cerai

Jumat, 14 Desember 2012 18:57 WIB
Bupati Pusing Banyak PNS Ingin Cerai
Net
Ilustrasi perceraian
TRIBUNJAMBI.COM, KENDAL — Tingkat perceraian pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, tergolong tinggi. Sepanjang tahun ini sudah 15 PNS yang bercerai, dan yang mengajukan cerai lebih banyak lagi.

Bupati Kendal Widya Kandi Susanti mengaku pusing dengan permintaan izin perceraian PNS Kendal. Oleh sebab itu, tugas tersebut dilimpahkannya kepada Wakil Bupati Mustamsikin. 

"Guru menempati urutan pertama dalam perceraian," kata Widya Kandi Susanti, Kamis (13/12/2012).

Widya menjelaskan, banyaknya guru yang bercerai terjadi karena adanya perubahan gaya hidup dari guru. Salah satunya karena sekarang ini banyak guru bersertifikasi dengan gaji besar. 

"Pendapatan atau gaji telah mempengaruhi gaya hidup guru," tambahnya. 

Widya meminta, uang sertifikasi sebaiknya digunakan untuk menunjang karier guru. Dengan demikian, guru lebih berprestasi dan bisa menciptakan anak didik yang baik dan pintar, yang bisa membawa nama harum Kabupaten Kendal pada khususnya. 

Untuk itu, guna menunjang kariernya, uang sertifikasi bisa untuk membeli laptop, buku-buku, atau berkuliah lagi. 

"Kalau sisa, baru untuk menambah keperluan keluarga," lanjutnya. 

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kendal, Muryono, menjelaskan, hingga tengah Desember tahun 2012 ini, ada delapan guru yang sudah bercerai. Guru TK dua orang, SD lima orang, dan SMP ada satu orang. 

"Ini mungkin disebabkan karena gaji guru sekarang besar sehingga mempengaruhi gaya hidupnya," kata Muryono pula. 

Untuk menekan perceraian guru, kata Muryono, pihaknya terus melakukan penyuluhan. Bahkan tanggal 11 Desember kemarin, telah dilakukan rapat kerja yang diikuti oleh semua kepala sekolah. 

Tujuannya, selain untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Kendal, juga untuk memberi pengarahan agar guru bisa menjadi pendidik yang baik. 

"Jumlah guru di Kabupaten Kendal ada sekitar 9.000 orang. Kalau dipersentasikan dengan guru yang tidak bercerai, tentu sangat sedikit. Namun sangat lebih baik, kalau guru bisa membangun dan menjaga keutuhan keluarganya," lanjutnya. (Slamet Priyatin)
Editor: suang
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
136782 articles 5 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas