Selasa, 23 Desember 2014
Tribun Jambi

Di Jambi 18.303 Ha Hutan Dijarah

Selasa, 27 November 2012 21:56 WIB


Laporan wartawan Tribun Jambi Muzakkir
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI –Selama enam tahun PT Restorasi Ekosistem Indonesia (Reki) mengawasi hutan di Provinsi Jambi, sudah 18.303 Hektar (Ha) hutan dijarah orang yang tidak bertanggung jawab.

Hutan seluas 80.555 ha itu terdapat di beberapa kabupaten tersebut dikelola masyarakat dengan cara ditanam kelapa sawit.  Umumnya lahan tersebut ditanam kelapa sawit, tanaman lain karet dan tanaman muda lainnya juga ada. Saat ini tutupan hutan kita hanya 80.252 Ha,” ungkap Urip Wiharjo Kepala Departemen Perlindungan Hutan (Linhut) Reki, Selasa (27/11).

Sejauh ini, pihaknya telah melakukan pencegahan dan berbagai macam cara agar perambah tidak masuk dan menambah rusaknya hutan kawasan. Salah satunya dengan cara memasang 13 plang. Namun plang tersebut sudah ada yang dibongkar paksa oleh masyarakat bahkan dua orang petugas lapangan disandera oleh masyarakat.

Dengan kejadian seperti itu, diharapkan kepada aparat pemerintah, penegak hukum dan instansi terkait untuk sama-sama melakukan penindakan terhadap perambah tersebut.
 Hutan yang sudah dirambah masih tetap milik kita. Dan kita akan mengusahakan untuk merebut kembali lahan yang sudah diserobot tersebut,” ungkapnya.

Humas Reki, Surya Kusuma menjelaskan, kementerian kehutanan  dan pemerintah Provinsi Jambi telah mengeluarkan surat edaran (SE) resmi menghentikan kegiatan perambahan di dalam kawasan PT Reki.

Menurut dia dua SE yang diterbitkan berdekatan hampir berketepatan dengan kunjungan menteri kehutanan Zulkifli Hasan ke basecamp PT Reki 22 November 2012 lalu. Saat itu menhut meminta aparat pemerintahan daerah bekerja sama agar perambah dikeluarkan dari dalam kawasan hutan restorasi,” kata Surya Kusuma.
Penulis: muzakkir
Editor: ridwan
Sumber: Tribun Jambi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas