Editorial

Masyarakat Jangan Takut

PATUT kita beri acungan jempol bagi aparat Korem 042 Garuda Putih yang berhasil mengamankan 94 ton bahan bakar minyak (BBM) ilegal di enam lokasi

PATUT kita beri acungan jempol bagi aparat Korem 042 Garuda Putih yang berhasil mengamankan 94 ton bahan bakar minyak (BBM) ilegal di enam lokasi berbeda dalam Provinsi Jambi. Ini menepis suara-suara sumbang dari berbagai pihak yang pernah mengatakan kalau TNI dan jajarannya membeking kasus BBM ilegal. Keberhasilan ini juga membantu Pertamina dalam menyelamatkan BBM yang hilang.

Komandan Korem 042 Gapu Kolonel Inf  Eko Budi S saat kunjungan silaturahimnya ke Harian Tribun Jambi menegaskan, Dia tidak pandang bulu bagi anggotanya yang terbukti "main" minyak, apalagi melakukan penimbunan minyak, akan diberi sanksi tegas sesuai aturan berlaku.

Danrem mengakui satu di antara misinya ke Jambi, adalah memberantas praktik BBM ilegal. Makanya dia berjanji tak memberi ampun bagi oknum anggota TNI yang terbukti "main" minyak.

Memang tidak sedikit informasi masuk ke kantor Tribun Jambi yang menginformasikan bahwa, ada oknum TNI yang ikut membekingi penimbunan BBM, dan di antaranya ada juga oknum itu langsung sebagai pemainnya.

Nah, informasi inilah yang kerapkali direspon secara positif untuk ditindaklanjuti.

Menurut pengakuan seorang oknum yang pernah malang melintang dalam bisnis penimbunan minyak, main minyak memang gurih. Kerjanya sebentar tapi rupiah yang didapat berlipat ganda.

Tapi risikonya diakui cukup besar (high risk). Nah, untuk meminimalisir risiko tadi (dari penangkapan pihak kepolisian, Red) maka pemain BBM tak kehilangan akal. Mereka disebut-sebut dia memakai tangan oknum aparat. Alasannya biar aman, dan tidak khawatir jika ada penggerebekan.

Kalau kita mau jujur, kejahatan penimbunan BBM ini selalu ada di lingkungan kita. Ada di depan mata kita. Tapi karena praktik ini dilakukan oleh aparat, warga tidak berani mengambil tindakan.
Karena masyarakat juga mikir-mikir jika masalah itu bisa berbuntut panjang, menambah gawe, ya lebih baik diam. Paling juga mengirim pesan singkat ke Hotline Service Tribun Jambi dengan harapan atasan dari oknum aparat yang main minyak tadi membaca kemudian mengambil tindakan.

Setelah zaman keemasan illegal logging berlalu, maka diganti dengan BBM ilegal. Apalagi tatkala harga subsidi minyak tanah belum dicabut, para pemain minyak panen. Minyak harga subsidi ditimbun di suatu tempat, kemudian dijual dengan harga industri yang bisa berharga dua kali lipat.

Modus lainnya yang tidak asing lagi adalah saat isu kenaikan minyak muncul maka "pemain" minyak mulai pasang ancang-ancang untuk menimbun BBM. Dari aspek keamanan praktik penimbunan ini sangat rawan kebakaran dan ledakan. Apalagi jika lokasi penimbunan berada di lingkungan pemukiman masyarakat yang padat.

Masyarakat jangan takut jika menemui ada indikasi penimbunan BBM di lingkungannya. Kata Danrem 042 Gapu Kol Inf Eko Budi S, yang memberi informasi dijamin keamanannya dan kerahasiaan identitasnya.

Eko mengaku memahami bahwa masyarakat adalah ujung tombak pemberi informasi. Nah, mumpung ada jaminan dari Pak Danrem, ayo perangi kejahatan minyak di lingkungan kita. Belum telat, karena praktik BBM ilegal masih berkeliaran di sekitar kita. (*)

Penulis: ridwan
Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved