Rabu, 1 Juli 2015

Harimau Sumatera Mati di Pesawat Garuda

Kamis, 4 Oktober 2012 08:07

Harimau Sumatera Mati di Pesawat Garuda
TRIBUNJAMBI/KURNIA PRASTOWO ADI

Klarifikasi tersebut menyangkut perihal penyebab kematian saat penerbangan dan mengapa satwa tersebut dikembalikan ke Banda Aceh.

Seperti diketahui, seekor harimau Sumatera dari Banda Aceh yang hendak dikirim ke Jatim Park 2, Jawa Timur, mati. Satwa yang dikirim oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh tersebut diduga mati saat diterbangkan dengan pesawat Garuda Indonesia dari Bandar Udara Sultan Iskandar Muda Aceh menuju Surabaya, Selasa (2/10/2012).

Kepala Subbagian Tata Usaha BKSDA Aceh, Afan Absori, Rabu (3/10/2012), mengungkapkan, dari hasil otopsi sementara di Laboratorium Universitas Syiah Kuala, ditemukan adanya memar di pipi kanan harimau tersebut. Ditemukan pula darah yang keluar dari mulut, hidung, serta mata. Harimau itu juga didapati mengalami cedera sendi pada kaki kanan.

"Kami masih akan klarifikasi ke Garuda, mengapa hewan ini dipulangkan, termasuk mengenai penyebab kematiannya," kata Afan.

Dia menuturkan, harimau yang diberi nama Teungku Agam tersebut ditangkap pada 26 November 2010 silam di Aceh Selatan. Penangkapan dilakukan karena hewan berumur sekitar 7-8 tahun tersebut sempat memakan korban manusia. BKSDA Aceh lalu mengarantina satwa itu di BKSDA Banda Aceh.

Beberapa waktu lalu, ada permintaan pengiriman harimau tersebut dari Lembaga Konservasi Jatim Park 2. BKSDA Aceh pun menyetujui pengiriman. Pada tanggal 2 Oktober pengiriman dilakukan bersamaan dengan pengiriman tiga hewan lainnya, yaitu dua ekor binturong (Artictis binturong) dan seekor siamang.

"Proses pemindahan mulai dari pengemasan dan penyiapan kandang, serta transfer satwa ke kandang ke bandara di Banda Aceh kami yang lakukan. Hewan itu dalam kondisi sehat dan layak terbang," katanya.

Halaman12
Editor: deddy
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas