Jumat, 28 November 2014
Tribun Jambi

Harimau Sumatera Mati di Pesawat Garuda

Kamis, 4 Oktober 2012 08:07 WIB

Harimau Sumatera Mati di Pesawat Garuda
TRIBUNJAMBI/KURNIA PRASTOWO ADI

TRIBUNJAMBI.COM, BANDA ACEH —
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh akan mengklarifikasi perihal kematian seekor harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae ) ke Garuda Indonesia.

Klarifikasi tersebut menyangkut perihal penyebab kematian saat penerbangan dan mengapa satwa tersebut dikembalikan ke Banda Aceh.

Seperti diketahui, seekor harimau Sumatera dari Banda Aceh yang hendak dikirim ke Jatim Park 2, Jawa Timur, mati. Satwa yang dikirim oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh tersebut diduga mati saat diterbangkan dengan pesawat Garuda Indonesia dari Bandar Udara Sultan Iskandar Muda Aceh menuju Surabaya, Selasa (2/10/2012).

Kepala Subbagian Tata Usaha BKSDA Aceh, Afan Absori, Rabu (3/10/2012), mengungkapkan, dari hasil otopsi sementara di Laboratorium Universitas Syiah Kuala, ditemukan adanya memar di pipi kanan harimau tersebut. Ditemukan pula darah yang keluar dari mulut, hidung, serta mata. Harimau itu juga didapati mengalami cedera sendi pada kaki kanan.

"Kami masih akan klarifikasi ke Garuda, mengapa hewan ini dipulangkan, termasuk mengenai penyebab kematiannya," kata Afan.

Dia menuturkan, harimau yang diberi nama Teungku Agam tersebut ditangkap pada 26 November 2010 silam di Aceh Selatan. Penangkapan dilakukan karena hewan berumur sekitar 7-8 tahun tersebut sempat memakan korban manusia. BKSDA Aceh lalu mengarantina satwa itu di BKSDA Banda Aceh.

Beberapa waktu lalu, ada permintaan pengiriman harimau tersebut dari Lembaga Konservasi Jatim Park 2. BKSDA Aceh pun menyetujui pengiriman. Pada tanggal 2 Oktober pengiriman dilakukan bersamaan dengan pengiriman tiga hewan lainnya, yaitu dua ekor binturong (Artictis binturong) dan seekor siamang.

"Proses pemindahan mulai dari pengemasan dan penyiapan kandang, serta transfer satwa ke kandang ke bandara di Banda Aceh kami yang lakukan. Hewan itu dalam kondisi sehat dan layak terbang," katanya.

Empat hewan itu diterbangkan menggunakan pesawat GA 143 pada 2 Oktober 2012 pukul 11.25 dengan paket Cargo Animal Live. Namun, setibanya di Medan, saat pesawat tersebut transit, pihak Garuda memutuskan mengembalikan hewan-hewan tersebut ke Bandara SIM Aceh dengan pesawat GA 146 dan tiba sekitar pukul 16.33.

"Sebenarnya kami menyertakan seorang petugas untuk mengawal pengiriman itu. Namun, teman kami itu tak dikasih tahu kalau satwa tersebut sudah dikembalikan. Baru tahu setelah tiba di Jakarta. Kami pun baru tahu dikembalikan setelah satwa sampai di Bandara SIM," ujarnya.

Petugas BKSDA Aceh lalu memeriksa hewan-hewan tersebut di ruang gudang Bandara SIM bersama petugas dari Garuda Indonesia. Harimau Sumatera itu pun dipastikan sudah mati, sedangkan tiga satwa lainnya sehat.

"Informasi awal yang kami terima, pengembalian satwa itu dilakukan karena ada komplain dari penumpang yang mencium bau di pesawat. Tapi, pengembalian tersebut tidak atas sepengetahuan kami. Kami tahu setelah satwa tersebut sudah di sini (di Bandara SIM Aceh). Kami khawatirkan di perjalanan telah terjadi sesuatu," lanjut Afan. (Mohamad Burhanudin)
Editor: deddy
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas