A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Unja Panen Kasus - Tribun Jambi
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribun Jambi

Unja Panen Kasus

Kamis, 2 Agustus 2012 09:20 WIB
Unja Panen Kasus
TRIBUN JAMBI/ WAHYU JATI KUSUMA
Kampus Universitas Jambi di Mendalo


TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -
Rektor Universitas Jambi Aulia Tasman memilih berhati-hati merespon sejumlah kasus hukum yang membelit lembaga dan sejawatnya, termasuk penetapan tersangka mantan rektor Unja dan dosen Unja Kemas Arsyad dan Ellyanti dalam kasus dugaan korupsi di Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Unja.
Kejati Jambi menetapkan mantan Rektor Unja dan staf PSPD terkait dugaan penyalahgunaan dana PNPB 2006-2009 sebesar Rp 25 miliar. Selain kasus PSPD, Unja juga terseret dalam kasus pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Unja. Kejati telah menetapkan sejumlah tersangka, seorang di antaranya Pejabat Pembuat Komitmen proyek RS Pendidikan Unja M Syarif, telah ditahan guna kepentingan penyidikan.
Terakhir juga terjadi kasus perjokian saat seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri alias UMB-PT Unja. Panitia UMB berhasil menangkap kedua pelaku, namun belakangan Unja memilih menyelesaikan secara internal meski sempat hendak memprosesnya secara hukum.
Terkait hal itu, Rektor Unja Aulia Tasman ketika diminta tanggapannya, Rabu (1/7) di ruang kerjanya mengatakan untuk proses pembangunan rumah sakit pendidikan Unja saat ini belum bisa dilaksanakan karena tidak ada lagi kucuran dana dari pemerintah, sehingga pembangunannya baru bisa mencapai 10 persen.
"Tidak ada kucuran duit, bagaimana lagi. Kalau ada ya bisa diteruskan. Sekarang Baru 10 persen. Kalau dikucurkan, 2013 bisa selesai," katanya. Sementara terkait sejumlah nama tersangka dugaan korupsi yang membelit mantan rektor Unja dan dosen Unja, Aulia Tasman tidak berani berkomentar banyak.
Dikatakannya kalau memang ada dugaan korupsi berjamaah di Unja pihak terkait bisa memproses sesuai prosedur hukum.
"Janganlah ditanyakan, biarlah selesaikan urusan hukum. Ya memang prosesnya kayak gitu. Saya belum tahu apapun yang terjadi," ujarnya. Aulia Tasman mengaku tidak begitu mengetahui kasus yang menjerat Unja, karena ia dulunya menjabat sebagai dosen. Baru beberapa bulan terakhir ia menjadi rektor.  
"Saya baru tiga bulan di sini mana saya tahu," tambahnya. Diakui Aulia, kasus dugaan korupsi yang ditetapkan Kejati itu masalah PNBP program studi kedokteran, pada waktu itu ia tidak termasuk dalam struktur.  
"Data itu 2005‑2009, saya dakdo jabatan. Saya tidak termasuk struktur, hanya dosen," katanya lagi.
Ditanya apakah pihak Unja akan meminta bantuan penasehat hukum terkait penetapan tersangka terhadap Dr Elliyanti yang masih aktif menjadi dosen Unja dalam dugaan korupsi PNBP program studi kedokteran Unja, Aulia Tasman mengatakan hal itu bisa saja dilakukan.
"Ya itukan hak sebagai warga negara kalau memang diperlukan penasehat hukum bisa saja nanti," ujarnya
Sebagaimana diberitakan Tribun sebelumnya, Selasa (31/7) Kejati Jambi telah menetapkan Dr Ellyanti Pengelola Bidang Kepegawaian dan Keuangan PSPD Unja sebagai tersangka dugaan perbuatan penyalahgunaan PNPB mulai dari tahun 2006‑2009 senilai Rp 25 miliar.
Sebelumnya Kejati Jambi juga telah menetapkan mantan Rektor Univeristas Jambi Kemas Arsyad Somad sebagai tersangka dugaan korupsi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Universitas Jambi tahun 2006‑2009.
Dr Eliyanti merupakan staf pengajar di kampus Program Studi Pendidikan Dokter Unja. Penetapan tersangka tersebut berdasarkan hasil pengembangan penyidikan yang dilakukan oleh penyidik ditemukan indikasi yang bersangkutan termasuk di antara pihak yang bertanggung jawab terhadap perbuatan yang menurut hitungan sementara pihak penyidik  merugikan negara sebesar Rp 7,5 miliar ini. Dalam minggu ini Eliyanti akan dipanggil menjalani pemeriksaan.
Editor: deddy
Sumber: Tribun Jambi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
75704 articles 5 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas