A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Sanksi Sosial untuk Pelaku Gratifikasi Seks - Tribun Jambi
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribun Jambi

Sanksi Sosial untuk Pelaku Gratifikasi Seks

Senin, 30 Juli 2012 21:53 WIB
Sanksi Sosial untuk Pelaku Gratifikasi Seks
net
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Praktek gratifikasi atau penyuapan kini terus berkembang modusnya. Bahkan, seks dijadikan salah satu alternatif selain bentuk uang ataupun bonus-bonus lainnya.

Tokoh agama dan pluralisme, Romo Benny Susatyo menilai sanksi sosial pantas diterapkan kepada mereka para pelaku penerima dan pemberi gratifikasi seks seperti adanya wanita atau penjaja seks guna melancarkan sebuah proyek tertentu.

"Sanksi sosial dia akan hancur nama baiknya,ini persoalan kredibilitas," kata Romo Benny kepada Tribunnews.com, Senin(30/7/2012).

Dengan adanya sanksi sosial menurut Romo Benny, para pelaku nantinya akan sangat dipermalukan terutama oleh publik luas. Karena ini menyangkut persoalan kesadaran dari dalam sendiri mengenai adanya etika atau tidak dari seseorang.

"Itu semua kan soal adanya kesadaran, orang punya etika atau tidak di hadapan publik, dia tidak kredibel begitu," jelasnya.

Penerapan hukum positif ataupun material, lanjut Romo Benny dianggap tidak akan mampu memberikan efek jera bagi mereka yang kerap melakukan transaksi seksual untuk gratifikasi ataupun penyuapan. Sebab, semakin banyak publik menilai akan semakin jatuh seseorang yang terlibat praktek tersebut.

"Tidak bisa hukum material semata harus soal moralitas, karena publik akan menilai, publik semakin menilai, dan sanksi sosial akan terjadi," jelasnya.

Pemerintah Indonesia, tambah Romo Benny juga sudah semestinya meniru penerapan hukum sosial tersebut. Negara-negara maju seperti Jepang, Korea Selatan sudah menjalankan sanksi sosial tersebut.

"Di Jepang ada pejabat terlibat affair dengan perempuan langsung mundur, di Korea Selatan juga begitu,"pungkasnya.

Editor: rahimin
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
75492 articles 5 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas