• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribun Jambi

Seleksi Penerimaan Brimob Polda Jambi Aneh

Sabtu, 14 Juli 2012 09:05 WIB
Seleksi Penerimaan Brimob Polda Jambi Aneh
net
Ilustrasi
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Hendri Dunan


TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Seorang peserta tes Tamtama Brimob di Polda Jambi Oky Aditia Hamka mempertanyakan kebijakan panitia tes kesehatan. Dirinya merasa ada yang tidak beres pada saat pelaksanaan tes kesehatan.

 Oky mengaku bingung saat tiba-tiba dilarang mengikuti tes, sementara keseluruhan tes yang sudah dilaluinya menyatakan dirinya masuk ke tahapan selanjutnya.

 Banyak peserta yang gugur dalam tahapan tes kesehatan. Dari 427 peserta yang ikut tes kesehatan, hanya menyisakan 102 orang.

 Pengumuman hasil tes kesehatan yang dilakukan di Polda Jambi Kamis (12/7) pukul 16.30 banyak peserta yang gugur. Dari jumlah peserta yang mengikuti tes kesehatan di antara mereka yang gugur atau gagal tes adalah Oky Aditia Hamka, Firman Firdaus, Rizki, dan Rega Ferdian.

 Akan tetapi, keempat peserta tes ini keberatan dengan hasil yang mereka terima. Mereka mengaku ada hal yang tidak wajar telah terjadi.

 Menurut Oky Aditia Hamka, dirinya disuruh pulang oleh panitia pada saat akan melakukan tes kesehatan II Senin (9/7). Padahal diakuinya pada saat melakukan beberapa tes sebelumnya, ia tidak mendapatkan masalah apapun. Bahkan, nilai yang diterimanya menyatakan jika dirinya Memenuhi Syarat (MS) ke tahapan berikutnya.

 Oky kepada Tribun menuturkan saat tes psikologis dirinya mendapatkan nilai 63 dengan poin C dan dinyatakan MS atau memenuhi syarat. Kemudian pada tes kesehatan I, nilainya mencapai 68 dengan point C dan juga dinyatakan MS. Selanjutnya tahapan tes kesehatan jiwa dengan point C dan dinyatakan MS. Namun pada tes kesehatan jiwa ini menurutnya tidak dikeluarkan nilai.

 Dirinya dinyatakan masuk untuk mengikuti tes kesehatan II yakni berupa pengambilan uji sample darah, urine, dan EKG. Akan tetapi ketika mendatangi lokasi tes, dirinya diusir panitia dan dinyatakan gugur. Oky tak habis pikir dikatakan gugur, padahal dirinya belum melakukan tes kesehatan yang seharusnya diikuti.

 "Saat itu aku diusir oleh panitia. Dan ketika kupertanyakan, hanya disuruh menunggu pengumuman. Saat itulah baru tahu kalau aku gugur. Makanya aku keberatan mengapa panitia melarang aku mengikuti tes, sementara nilai aku "MS" semua," ujar Oky, kepada Tribun di sebuah rumah makan di Jambi.


Penulis: dunan
Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
74472 articles 5 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas