Sabtu, 20 Desember 2014
Tribun Jambi

Masuk Kedokteran Unja Rp 90 Juta Lho..

Jumat, 15 Juni 2012 11:19 WIB

Masuk Kedokteran Unja Rp 90 Juta Lho..
TRIBUN JAMBI/ WAHYU JATI KUSUMA
Kampus Universitas Jambi di Mendalo
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -  Ingin masuk program studi pendidikan dokter Universitas Jambi (Unja)? Siapkan uang Rp 90 juta. Uang tersebut harus disetorkan ke rekening fakultas kedokteran Unja di Bank BRI sebagai SP3 atau sumbangan orang tua.
Data yang terlihat pada pengumuman Program Studi Pendidikan Dokter Unja, dana Rp 90 juta merupakan SP3 untuk calon mahasiswa yang lulus melalui Jalur Lokal Mandiri. Sementara dana SP3 untuk calon mahasiswa yang lulus melalui jalur undangan SNMPTN, SNMPTN, dan UMB adalah Rp 75 juta.
"Itu merupakan sumbangan orang tua. Penyetorannya 7-10 Agustus nanti," ujar sumber Tribun di internal Unja, Kamis (14/6).
Ia mengatakan, jumlah yang diterima di Prodi Pendidikan Dokter Unja tidak banyak. Untuk tahun ajaran 2012/2013, total penerimaan tidak sampai 100 orang.
"Kalau tidak salah, jalur undangan 9 orang, UMB 25 orang, SNMPTN 25 orang, dan Jalur Lokal Mandiri 35 orang," ujarnya lagi.
Tidak hanya uang puluhan juta yang wajib disetor. Selain uang SP3, calon mahasiswa juga menyetorkan SPP sebesar Rp 3,5 juta. SPP tersebut disetorkan melalui rekening Bendahara SPP di Bank BNI 1946 Cabang Jambi.
Masih ada dana lain yang juga wajib disetor. Totalnya sebesar Rp 371 ribu. Dana ini adalah untuk membayar beberapa hal. Di antaranya dana registrasi administrasi, senat mahasiswa, asuransi, buku prospectus, jaket almamater, Ospek/PKK, kartu mahasiswa, pembukaan rekening, iuran Bapomi/BPSMI, dan suara Unja.
Sayangnya, pihak Fakultas Kedokteran Unja terkesan agak tertutup terkait jumlah mahasiswa yang akan diterima. Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Unja dr Nindya mengatakan bukan wewenangnya untuk berbicara terkait penerimaan mahasiswa baru FK Unja.
"Dekan lagi di Jakarta. Itu bukan wewenang saya, langsung ke bu Farida saja, kepala TU," ujarnya sembari mengangkat telepon menghubungi Farida.
Begitu juga Kepala Tata Usaha FK Unja, Farida. Ditemui di ruangannya, ia mengatakan tidak berani berbicara terkait jumlah kursi mahasiswa baru yang akan diterima. Namun ia sendiri menolak ketika diminta menghubungkan  dengan Dekan FK Unja, dr Armaidi Darmawan yang sedang berada di luar daerah.
"Kami dipesan agar tidak memberikan nomor handphone dekan. Saya juga tak berani menghubunginya, beliau lagi acara di Bandung," ujarnya sembali ke luar ruangan, Kamis (14/6).
Prodi Pendidikan Dokter Unja menerima mahasiswa dari empat jalur penerimaan. Keempat jalur tersebut adalah jalur undangan SNMPTN, SNMPTN, UMB, dan jalur Lokal Mandiri.
Untuk jalur undangan SNMPTN nama-nama yang lulus sudah bisa dilihat di website Fakultas Kedokteran Unja, www.fk.unja.ac.id. Sembilan orang dinyatakan lulus jalur undangan di antaranya adalah alumni SMA Darma Wangsa, SMAN 7 Sarolangun, SMAN 4 Tebo, SMA Titian Teras, dan beberapa sekolah lainnya.
Sementara itu pelaksanaan ujian tertulis jalur SNMPTN sudah digelar 12-13 Juni lalu. Menurut informasi dari website fakutas kedokteran Unja, pengumuman hasil ujian akan dikeluarkan pada 7 Juli, pukul 19.00 WIB.
Lulus tes tertulis, calon mahasiswa akan menjalani tes kesehatan per 9 Juli dan tes psikologi sehari sesudahnya. Hasil kedua tes tersebut diumumkan pada 12 Juli 2012. Setelahnya baru melakukan registrasi di Bagian Administrasi Akademik Kemahasiswaan (BAAK), 12-14 Juli.
Gagal jalur SNMPTN masih ada jalur UMB. Pendaftaran dilakukan secara online per 4 Juni hingga 20 Juli mendatang. Ujian tertulis digelar dua hari berikutnya, 22 Juli, yang hasilnya diumumkan 31 Juli 2012.
Sama seperti jalur SNMPTN, calon mahasiswa harus melewati dua tahapan tes lagi, yakni tes kesehatan dan psikologi yang dilaksakan pada 2-3 Agustus, dan hasilnya diumumkan pada 6 Agustus 2012.
Kesempatan terakhir masuk FK Unja yakni lewat jalur Lokal Mandiri. Pendaftaran dibuka 4 Juli hingga 4 Agustus. Tidak secara online, melainkan langsung di Kampus Kedokteran Unja, Jalan Letjen Soeprapto, samping RSUD Raden Mattaher, Telanaipura, Jambi.
Ujian tertulis jalur lokal mandiri dilaksanakan 6-7 Agustus, yang hasilnya diumumkan dua hari kemudian. Calon mahasiswa juga harus mengikuti tes kesehatan dan psikologi pada 10-11 Agustus, dan hasil tesnya diumumkan 14 Agustus 2012.

                            UI Klaim Termurah
Universitas Indonesia (UI) mengklaim sebagai universitas negeri termurah. Bahkan untuk fakultas kedokterannya, mereka hanya menerapkan biaya sumbangan pendidikan sebesar Rp 25 juta.
Hal ini diungkapkan oleh Martarizal, wakil ketua panitia tetap penerimaan mahasiswa baru UI. Dia memastikan, fakultas Kedokteran UI masih jadi favorit para lulusan SMA di Indonesia.
"Kalau peminat ya paling banyak kedokteran, karena daya tampungnya lebih besar," ujar Martarizal saat ditemui di gedung pendaftaran simak UI, kampus UI, Depok, Jawa Barat, Rabu (13/6).
Menurut Martarizal, banyaknya peminat calon mahasiswa untuk daftar ke fakultas kedokteran UI karena biayanya termurah se PTN Indonesia
"Sebenarnya kedokteran UI itu yang paling murah. Untuk uang kuliahnya Rp 7,5 juta maksimal per semesternya dan uang masuk pangkalnya Rp 25 juta dan untuk semua jalur lewat SNMPTN (undangan, tertulis) dan SIMAK," ungkapnya.
Selain Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Kampus Universitas Riau (UR) membuka Jalur Mandiri. Khusus Fakultas Kedoteran, setiap calon mahasiswa diwajibkan membayar Rp 125 juta.
"Bagi yang lewat Jalur Mandiri itu, kita berikan syarat untuk bersedia membayar dana bantuan tersebut. Artinya setelah dinyatakan lulus seleksi, nantinya calon mahasiswa langsung membayarkan uang Rp 125 juta tersebut," kata Kabiro Administrasi Akademik Kemahasiswaan (KAAK), UR, Afrinaldi.
Hal tersebut dia ungkapkan saat ditemui di ruang kerjanya di Kampus UR Panam, Pekanbaru, Rabu (13/6).
Afrialdi menjelaskan, bahwa dana Rp 125 juta untuk Fakultas Kedokteran itu merupakan bantuan dana pendidikan. Dana tersebut diberlakukan bagi calon mahasiswa yang tidak lulus SNMPTN, sehingga pihak kampus membuka peluang lewat Jalur Mandiri Penelusuran Bibit Unggul Daerah (PBUD) dan bina lingkungan.

                    Jangan Jadi Alat Dagang
Pengamat pendidikan Arif Rahman menilai, biaya itu tinggi karena persoalan peralatan. Butuh alat yang mahal dan canggih supaya operasional fakultas tersebut bisa berjalan.
"Harus cermat menghitungnya. Pendidikan kan memang butuh biaya, fakultas kedokteran dan teknik itu butuh peralatan yang mahal," ujar Arif, Kamis (14/6).
Pengajar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini menambahkan, dana yang dibebankan ke calon mahasiswa pasti sudah melalui penilaian objektif. Mulai dari peralatan hingga biaya gaji dosen dan kebutuhan lainnya.
Meski begitu, dia juga mengingatkan agar kampus tidak menjadikan tarif masuk sebagai barang dagangan. "Yang jelas itu jangan sampai jadi alat dagang," tegasnya.
Sebelumnya, Universitas Brawijaya (Unibraw) mematok uang Sumbangan Pengembangan Fasilitas Pendidikan (SPFP) bagi calon mahasiswa Fakultas Kedokteran sebesar Rp 155 juta. Sumbangan sebesar itu merupakan Jalur Mandiri.
Penulis: muhlisin
Editor: fifi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas