A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Istri Otaki Pembunuhan Suami - Tribun Jambi
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 22 Agustus 2014
Tribun Jambi

Istri Otaki Pembunuhan Suami

Jumat, 15 Juni 2012 09:58 WIB

Laporan wartawan Tribun Jambi Bandot
TRIBUNJAMBI.COM - Indo Ase istri almarhum Ambo Alang yang diduga menjadi perencana pembunuhan terhadap suaminya, Kamis (14/6) sidang perdana, dengan pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Jambi.

Bersama ayahnya, Muhammad Sirih, Indo Ase mendengarkan dakwaan jaksa penuntut Umum V Dinar Hadi Chrisna. Dalam dakwaan terungkap, anak dan bapak ini didakwa melakukan pembunuhan berencana dan dijerat pasal berlapis yaitu dakwaan primer pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke (1) KUHP tentang pembunuhan berencana, dakwaan subsider pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan pasal 351 ayat 3 Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

"Terdakwa bersama, Muhammad Sirih, Muhammad Jamal bin Hamsar, Siti Maryam, Jamaludin, Jamal Tua pada Jumat 19 Maret 2010, di rumah Ambo Alang, sebagai yang melakukan, yang menyuruh melakukan atau turut serta melakukan dengan sengaja dan direncakan lebih dulu menghilangkan jiwa Ambo Alang," kata Dinar.

Mengenakan baju warna merah dan jilbab bewarna kuning Indo Ase hanya menundukkan wajahnya mendengarkan dakwaan yang dibacakan oleh JPU. Berdasarkan hasil penyidikan, Indo Ase satu di antara otak pembunuhan sadis terhadap suaminya tersebut.

Pada malam pembunuhan itu Indo Ase berperan memberikan kode kepada dua eksekutor yang melakukan pembunuhan keji ini, yaitu Muhamad Jamal dan Jamaludin. Indo Ase yang memberi kode kepada kedua orang itu untuk melakukan aksinya setelah suaminya tertidur.

Seusai membunuh korban, Ase sempat menanyakan kepada Jamaludin apakah suaminya sudah mati. Ia juga menyuruh kepada Jamaludin untuk mengikat tangan dan kakinya juga menyumpal mulutnya agar pembunuhan ini terlihat seperti perampokan.

Usai mendengar pembacaan dakwaan Ase hanya terdiam, Ia menganggukkan kepala saat Ketua Majelis Hakim Nelson Sitanggang menanyakan apakah dirinya mengerti dengan dakwaan tersebut.

Indo Ase dan Sirih ayahnya yang didampingi tim penasehat hukum Amin Ibrahim dan rekan mengaku tidak akan mengajukan eksepsi terhadap dakwaan jaksa. "Kami tidak mengajukan eksepsi yang mulia," kata Amin.
Penulis: bandot
Editor: ridwan
Sumber: Tribun Jambi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
72486 articles 5 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas