Editorial
Koboi di Jalan Sampai DPR
MASIH ingat bukan dengan suasana di dalam film-film koboi Amerika, di mana-mana orang lalu lalang dengan menenteng senjata.
Tayang:
Editor:
Deddy Rachmawan
MASIH ingat bukan dengan suasana di dalam film-film koboi Amerika, di mana-mana orang lalu lalang dengan menenteng senjata. Masa-masa itu dikenal brutal, karena duel senjata bisa terjadi kapan saja, di tengah jalan, atau di antara keramaian.
Baru-baru ini momen yang agak mirip juga terjadi di sekitar kita. Di kawasan Palmerah, dan di Bandung, ada orang yang pamer senjata di tengah jalan, kali ini bukan sekadar hanya mempertunjukkan senjatanya, namun juga mengancam warga lain. Pria yang kemudian dijuluki "Koboi Palmerah" itu mengeluarkan tembakan ke udara.
Aksi koboinya terekam, dan beredar luas di situs YouTube. Lagak bak koboi itu ia lakukan di tengah jalan, terhadap seorang pengendara motor yang merasa kesal karena telah diserempet oleh mobil sang koboi, yang diketahui kemudian adalah aparat TNI. Di Bandung, aksi obral peluru itu malah sudah menewaskan satu orang pengendara mobil.
Sebelumnya, beberapa waktu lalu, di sebuah kawasan perumahan di Jakarta, juga ada aksi yang nyaris sama. Seorang Mantan Kapolda mengancam satpam perumahan dengan pistol yang ia miliki. Gara-garanya sepele, hanya karena teman sang Kapolda ditanyai satpam saat hendak masuk ke perumahan.
Hanya gara-gara hal yang sepele, seseorang lalu bersikap sok jagoan karena merasa lebih unggul dari yang lain. Keunggulan yang ia punyai karena negara membolehkan ia memiliki keistimewaan, membawa senjata.
Ada lagi yang lebih parah bahwa anggota DPR juga memiliki senjata api. Weleh, sikap koboi dan sok gagah (atau karena merasa kurang gagah) ini juga menjangkiti wakil rakyat. Meskipun tidak usah heran lagi, sejak kapan anggota DPR kita lebih sering menunjukkan sikap-sikap yang patut diteladani? Rasanya sudah lama tuh tak terdengar lagi...
Mengenai kepemilikan senjata api ini, bukankah ada kriteria pribadi yang seperti apa yang diperbolehkan memiliki senjata. Tidak bisa sembarangan, karena tentunya ada semacam tes yang harus dilalui terlebih dahulu. Tes dan jalur semacam itu diperlukan, agar senjata api tidak jatuh ke tangan orang yang salah, ya orang-orang bermental koboi seperti itu.
Betapa bahayanya ketika peredaran senjata api tidak dikontrol oleh negara, lalu sembarang orang bisa memiliki. Jadilah teror di jalan, atau di tempat-tempat umum lainnya. Merasa diri lebih unggul dari orang lain, lebih kuat, lalu menindas atau melakukan tindakan arogan pada yang lemah.
Mengutip Hendardi dari Setara Institute, bahwa alasan seseorang memiliki senjata api untuk perlindungan diri malah membuktikan bahwa aparat keamanan telah gagal menjalankan fungsinya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Tapi ada juga kasus-kasus di mana pribadi berpunya, pengusaha, atau politisi, memiliki senjata api karena ingin gagah-gagahan.
Polisi maupun TNI sudah saatnya melakukan penarikan senjata api besar-besaran dari anggotanya yang tak layak menyandang senjata, juga dari seluruh masyarakat, dan memperketat aturan memiliki atau membawa senjata api tersebut. Selain melakukan penindakan tegas terhadap pelaku aksi koboi seperti di atas. (*)