A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Anto Kaget Jempolnya tak Bisa Ditekuk - Tribun Jambi
Minggu, 23 November 2014
Tribun Jambi

Anto Kaget Jempolnya tak Bisa Ditekuk

Senin, 2 April 2012 19:36 WIB

Anto Kaget Jempolnya tak Bisa Ditekuk
tribunjambi/aldino
Ilustrasi
TRIBUNJAMBI.COM - Di era modern ini, banyak orang begitu bergantung pada kecanggihan teknologi peranti (gadget). Hidup seakan tak lengkap jika jari-jari tak menari di atas telepon seluler, iPad, atau komputer. Tapi hati-hati, jari-jari yang dipaksa bekerja melebihi kemampuannya ini bisa melukai tendon.

Anto (38) tiba-tiba panik ketika jempolnya tak bisa ditekuk ke arah dalam. Awalnya, ia mengira ibu jari tangannya itu keseleo akibat terjatuh. ”Begitu tahu jempolku tak bisa digerakkan, dokter langsung memastikan penyebabnya karena kebanyakan menggunakan telepon seluler,” kata Anto.

Dokter menyatakan Anto terkena sindrom De Quervain. Padahal, bagi Anto, jempol menjadi bagian tubuh yang paling aktif digunakan. Dengan jempolnya, Anto bekerja mengetik, berkomunikasi mengirim pesan singkat, berselancar di dunia maya, hingga bermain game.

Karena jempol tangan kanannya cedera, dokter meminta Anto istirahat total selama dua pekan. Pada tahap awal penyembuhan, ia diobati dengan injeksi steroid ke dalam pembungkus tendon untuk mengurangi peradangan. Pergelangan tangannya pun dibidai untuk mengurangi gerakan.

Seusai pelepasan bidai ternyata Anto masih merasakan sesekali sakit di tangannya. Ia pun lantas memilih membatasi penggunaan telepon seluler. ”Pantangan yang sulit dilakukan karena sehari-hari sudah sangat tergantung pada peranti-peranti itu,” keluh Anto.

Anto merasa penggunaan gadgetnya sehari-hari masih pada taraf wajar. Namun, ia mengakui sering kali mengisi waktu dengan bermain telepon seluler tiap kali terkena insomnia.

Editor: rahimin
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas