Minggu, 21 Desember 2014
Tribun Jambi

Kasus Dana Pramuka Kejati Panggil Saksi

Kamis, 22 Maret 2012 21:52 WIB



TRIBUNJAMBI.COM - Kasus dugaan penyimpangan aliran dana Kwarda Pramuka Jambi senilai Rp3,2 miliar statusnya ditingkatkan. Jika sebelumnya berada di tahap penyelidikan, kini sudah masuk tahap penyidikan oleh tim Kejati Jambi.
    
"Setelah terkumpulkan data lengkap dan hasil ekspos maka kasus pramuka tersebut memiliki cukup bukti adanya pelanggaran tindak pidana korupsinya," kata Asisten Intelijen Kejati Jambi, Wito, Kamis (22/3).
    
Naik status tersebut membuat pihak kejati selanjutnya segera menyusun kembali pemanggilan saksi dalam kasus.

Terakhir, kejaksaan telah memeriksa Ketua Kwarda Pramuka Jambi AM Firdaus dan bendahara Sepdinal serta staf bendahara Ridwan untuk mengungkap kasus dugaan korupsi dana pramuka selama 2000-2011. Pemeriksaan terhadap ketiga pengurus pramuka tersebut sudah mengarah kepada tugas dan fungsi dari mereka selama menjabat sebagai pengurus pramuka.
     
Hasil pemeriksaan, kasus pramuka saat ini ada sekitar Rp 2 miliar lebih diketahui berupa pengeluaran dana yang tidak jelas atau tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh para pengurus kwarda di Jambi.
     
Sedangkan bukti awal lainnya berupa adanya dugaan SPPD fiktif pengurus sebesar Rp 300 juta berupa pinjaman pribadi dan Rp 50 juta tidak dikeluarkan pajak.
     
Kwarda Pramuka Provinsi Jambi adalah pramuka mandiri yang bisa menghidupi organisasinya sendiri karena itu organisasi kepanduan tersebut ternyata punya areal kebun sawit yang menghasilkan dana tidak sedikit. Letak kebun sawit itu berada di Dusun Mudo, Tungkal Ulu, Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar). Luasnya mencapai 400 hektare dengan pendapatan paling sedikit Rp 300 juta setiap bulannya dan pola pekerjaannya dilakukan bermitra dengan PT Inti Indosawit Subur (IIS).

Editor: ridwan
Sumber: Antara

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas