Jumat, 12 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

China Promosi Kondom

TRIBUNJAMBI.COM, BEIJING -China ingin membatasi jumlah penderita HIV/AIDS sebanyak 1,2 juta orang.

Tayang:
Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, BEIJING -China ingin membatasi jumlah penderita HIV/AIDS sebanyak 1,2 juta orang pada tahun 2015, naik dari sekitar 780.000 pada saat ini, dengan mempromosikan penggunaan kondom.
Sebuah kebijakan pemerintah yang diumumkan hari Rabu menurut Reuters menyebutkan Cina masih menghadapi tantangan untuk menghentikan penyebaran penyakit HIV/AIDS.

"Penyebaran AIDS sekarang masih parah. Ada diskriminasi yang meluas di masyarakat. Ini adalah masalah serius di beberapa daerah dan di antara kelompok berisiko tinggi," pengumuman itu menyebutkan.

Penyakit menular seksual juga meningkat, tambahnya, dan terutama penyakit AIDS yang kini menyebar di Cina melalui hubungan seksual.

"Situasi ini menjadi lebih kompleks dan pekerjaan pencegahan sangat sulit," tambah pengumuman itu.

China berharap untuk mengatasi masalah ini sebagian melalui peningkatan besar dalam penggunaan kondom, kata pemerintah.

Pada tahun 2015, kondom atau mesin penjual kondom harus tersedia di hampir seluruh hotel dan tempat penginapan lainnya serta tempat umum. Sembilan puluh persen kelompok beresiko tinggi diwajibkan menggunakan kondom ketika berhubungan intim.

Kelompok beresiko tinggi biasanya mengacu pada pria gay, pengguna narkoba melalui suntikan dan lainnya.

Untuk mengatasi ketidak-tahuan di antara para pejabat setempat tentang penyakit ini, pengetahuan mereka tentang AIDS dan kemampuan untuk mempromosikan pendidikan publik akan menjadi bagian dari penilaian kinerja tahunan, kata pemerintah.

Pemerintah Cina lambat untuk mengakui masalah HIV/AIDS pada tahun 1990 dan telah berusaha untuk menutupinya ketika ratusan ribu petani miskin di provinsi Henan pedesaan menjadi terinfeksi melalui skema donor darah. (*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved