• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribun Jambi

Polri Seriusi Temuan AS tentang JAT

Jumat, 24 Februari 2012 14:02 WIB


 
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA- Menyikapi pengumuman Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Amerika Serikat (AS), yang memasukan organisasi Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) masuk daftar organisasi teroris asing (FTO), Polri akan menelusuri dan menyikapinya secara aktif.
"Saya kira itu nanti akan kita kembangkan dan hari ini kita baru dapat informasi itu, jadi kita tunggu, kita kembangkan, dan kita koordinasikan ke lembaga yang memberikan informasi itu," ungkap Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (24/2/2012).
Menurut Timur Polri akan mengkomunikasikan tentang penemuan tersebut untuk mengetahui kebenarannya. "Lembaga yang merilis itu kita akan komunikasikan apa betul seperti itu atau tidak, jadi biar jelas siapa pun itu. Apalagi ini terkait masalah terorisme. Tentu ini menjadi masalah yang harus kita seriusi, karena ini kejahatan lintas negara," ungkapnya.
Terkait, apa yang diungkapkan pemerintah Amerika Serikat tersebut, Timur enggan berandai-andai lebih jauh mengenai pengumuman tersebut. "Jadi, kita tidak mau berandai-andai, kita masih dalam propses pengumpulan data, penyidikan, dan kita akan sampaikan ke masyarakat," ungkap.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Amerika Serikat (AS), memasukan organisasi Jamaah Anshorut Tauhid (JAT), yang didirikan oleh Abu Bakar Ba'asyir, ke dalam daftar organisasi teroris asing (FTO).
Kementerian Luar Negeri AS, mengumumkan hal tersebut, Kamis (23/2/2012) kemarin. "Hari ini Kementerian Luar Negeri AS, telah mencantumkan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) sebagai organisasi teroris asing, berdasarkan ketentuan 219. Undang-Undang Imigrasi dan Kewarganegaraan, dan sebagai teroris global ditetapkan berdasarkan pasal 1 (b) dari Executive Order 13224," pernyataan Kemenlu AS, seperti dikutip dari situs mereka, http://www.state.gov, Jumat (24/2/2012).
Pemerintah AS, merasa penting untuk menetapkan JAT sebagai organisasi teroris internasional, karena merupakan bagian dari upaya melawan tindak terorisme, dan langkah yang efektif untuk membatasi dukungan terhadap kegiatan teroris.
Selain itu, tiga orang pimpinan JAT yaitu ketua sementara Emir Mochammad Achwan, juru bicara Son Hadi bin Muhadjir dan seorang sesepuh JAT Abdul Rosyid Ridho Ba'asyir juga dimasukkan dalam daftar teroris perorangan. Ketiganya dianggap terlibat dalam kegiatan perekrutan dan penggalangan dana.(*)
Editor: deddy
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
62954 articles 5 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas