A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Eks Ketua Demokrat Jeneponto Akui Terima Uang Anas - Tribun Jambi
Senin, 24 November 2014
Tribun Jambi

Eks Ketua Demokrat Jeneponto Akui Terima Uang Anas

Selasa, 21 Februari 2012 10:23 WIB

TRIBUNJAMBI.COM, MAKASSAR - Mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Jeneponto, Bakri Mahmud, mengakui pemberian uang dari tim pemenangan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebelum kongres di Bandung, Jawa Barat, 2010 lalu.

Namun dia menolak bila uang tersebut adalah bagian dari money politics kandidat saat suksesi parpol tersebut.

"Ada uang pembinaan organisasi dan untuk transportasi, saya juga terima (dari tim Anas), tapi itu bukan bagian politik uang kandidat. Itu untuk pembinaan organisasi dan transportasi," kata Bakri, Senin (20/2/2012).

Sebelumnya, mantan Ketua DPC Partai Demokrat Pangkep, Lutfhi Hanafi, mengungkapkan, dirinya ditawari uang 10 ribu dolar AS atau sekitar Rp 95 juta (asumsi kurs saat itu Rp 9.500/dolar AS).

Lutfhi juga menyebutkan, sembilan DPC di Sulsel meneriam uang dari kubu Anas Urbaningrum yang kala itu memenangkan pemilihan sedangkan 11 DPC, termasuk dirinya, tidak menerima (Tribun, 20/2/2012).

Bakri mengatakan, Ia saat kongres lalu dia selaku ketua dan sekretaris DPC diminta turut serta memboyong ketua-ketua PAC.

Saat itu ia dia membawa 11 ketua PAC se-Jeneponto dalam rombongannya. "Kita kan tidak mungkin punya uang untuk membiayai transportasi dan akomodasinya, tapi waktu itu kita diminta membirukan Bandung makanya kita datang, jadi yang diberikan itu uang untuk pembinaan organisasi dan pengganti transportasi saja," katanya.

"Dari dulu saya suka Anas. Tanpa diberi uang pun saya akan pilih Anas karena pernah sama-sama aktif di HMI dulu," lanjut Bakri.

Anas adalah mantan Ketua Umum PBHMI yang kemudian berkiprah di politik setelah sebelumnya duduk sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Anggota DPRD Jeneponto ini menyesalkan sikap Luthfi. Pernyataan tersebut lebih didasari karena merasa terbuang dari partai dan tidak menduduki jabatan di legislatif.

"Yang berani bicara seperti itu memang orang-orang tersingkir dari partai dan tidak duduk sebagai anggota DPRD," ujarnya Bakri. (*)

Editor: nani
Sumber: Tribunnews

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas