Ada 14 Balita Positif HIV
TRIBUNJAMBI.COM- Komisi Penanggulangan AIDS Kota Sukabumi, mencatat sebanyak 14 balita positif tertular HIV.
Tayang:
Editor:
Deddy Rachmawan
TRIBUNJAMBI.COM, SUKABUMI ‑ Komisi Penanggulangan AIDS Kota Sukabumi, Jawa Barat mencatat sebanyak 14 balita
positif tertular HIV (human immunodeficiency virus), yang diduga tertular dari ibunya yang juga positif HIV saat mengandung anaknya tersebut.
"Dari data sampai Januari 2012 ini ada sebanyak 14 balita di Kota Sukabumi tertular HIV yang diduga ditularkan dari ibunya saat dalam kandungan," kata Seketaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sukabumi, Rita Fitrianingsih kepada wartawan, di Sukabumi, Senin.
Saat ini, kata dia, belasan balita tersebut sudah mendapatkan tindakan medis secara intensif dan mendapatan susu secara normal serta sudah diberikan obat‑obatan, khususnya antiretroviral (ARV) atau obat untuk menghentikan reproduksi virus HIV dalam tubuh balita tersebut.
Menurut dia, dari hasil pemantauan pihaknya ada sekitar 50 balita yang terdampak HIV/AIDS karena mereka tinggal di lokasi rawan penyebaran HIV/AIDS.
"Kami pun terus melakukan pencegahan agar penyebaran penyakit ini bisa ditekan dan kepada balita, dan yang sudah positif HIV kami berikan perawatan dan pengobatan secara intensif dari tim medis yang sudah ditugaskan," tambahnya.
Selain itu, saat ini juga ada dua ibu hamil nyang positif HIV dan segera melahirkan.
Keduanya sedang menjalani progam intensif dari Dinas Kesehatan dan KPA Kota Sukabumi yakni "preventing mother to child transmission" (PMTCT).
Di Kota Sukabumi ada dua rumah sakit yang menjadi pusat rujukan PMTCT yakni RSUD Syamsudin SH dan RS Assyifa.
"Kami berharap ibu hamil positif HIV yang tengah menjalankan progam ini dapat melahirkan bayi yang negatif HIV, karena tujuan dari progam ini adalah mencegah penularan HIV ibu kepada anaknya melalui tranmisi kandungan," katanya.
Rita menambahkan, dari data pihaknya sejak 2000 sampai 2011 jumlah warga Kota Sukabumi yang mengidap penyakit HIV berjumlah 461 orang, rata‑rata mereka yang tertular merupakan pecandu narkoba atau sekitar 60 persennya, sementara sisanya penyebaran HIV ini melalui hubungan seks bebas.
Sementara itu, Ketua Progam Rumah Cemara Sukabumi, lembaga yang fokus terhadap pemberantasan penyakit HIV/AIDS, Yudha Hilman Affandi mengatakan, ada enam mahasiswa asal Sukabumi yang positif HIV empat di antaranya sudah mengkonsumsi secara rutin ARV.
Ada juga enam waria pun dinyatakan positif HIV/AIDS dua di antaranya meninggal dunia.