A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Beasiswa Unja Disunat - Tribun Jambi
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Tribun Jambi

Beasiswa Unja Disunat

Senin, 2 Januari 2012 09:23 WIB
Beasiswa Unja Disunat
tribunjambi/wahyu jati kusuma
Peserta SNMPTN Unja, Selasa (31/5)



TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -
Sejumlah mahasiswa penerima beasiswa program Bidik Misi di Universitas Jambi (Unja) angkatan pertama mengeluhkan tiadanya transparansi pengelolaan dana mereka.
Para mahasiswa mempertanyakan sejumlah dana yang dipotong pihak rektorat pada penerimaan pertama semester I tahun 2010, tanpa ada penjelasan keberadaannya.
Diduga dana sebesar hampir Rp 450 juta tersebut mengendap di rekening Pembantu Rektor III,  sebagai pihak yang ditunjuk mengelola dana beasiswa sebesar Rp 6 juta per mahasiswa, sesuai SK Rektor dan Pedoman Beasiswa Bidik Misi, Direktorat Pendidikan Tinggi, Kemendikbud. Belum ada penjelasan terinci kepada mahasiswa penerima beasiswa terkait pemotongan itu.
Dana sekitar Rp 450 juta berasal dari potongan sebesar hampir Rp 1,5 juta dari seluruh penerima beasiswa bidik misi di Unja, angkatan pertama sebanyak 300 mahasiswa. Pemotongan dilakukan pihak rektorat saat penyerahan dana beasiswa pada semester I, 2010, dengan memotong langsung dana transfer ke rekening mahasiswa penerima.
Besarannya berbeda antara mahasiswa penerima dari jurusan eksata dan non-eksata. Namun berdasarkan rekening koran mahasiswa penerima yang salinannya dimiliki Tribun, besarannya hampir Rp 1,5 juta. Transfer dilakukan pada Desember 2010.
"Kita sebelum penerimaan beasiswa dikumpulkan pihak panitia, dan diberitahu ada pemotongan dana," kata mahasiswa penerima beasiswa yang namanya dirahasiakan kepada Tribun, pekan lalu.
Menurutnya tidak dijelaskan saat itu, peruntukkan pemotongannya. Saat itu mahasiswa menduga potongan untuk membayar SPP, dan sejumlah item sesuai ketentuan rektorat.
Namun setelah dipotong, mahasiswa tetap masih harus membayar SPP. Jurusan eksakta semisal, masuk tahun 2010 semester I membayar Rp 730 ribu dengan perinciannya uang SPP Rp 600 ribu, uang praktikum Rp 100 ribu, dan uang registrasi Rp 30 ribu.
Jurusan non-eksakta  ribu  biaya registrasi. Selain itu, transfer juga dilakukan berbeda-beda. Informasi yang terhimpun, dana pusat tidak langsung ditransferkan ke rekening mahasiswa, melainkan pihak rektorat yang mentransfernya. Bukti rekening koran yang ada memang antara satu mahasiswa dengan mahasiswa lainnya, hari dan tanggal pentransferannya berbeda, meski sama-sama di Desember 2010.
Tak hanya soal pemotongan dan peruntukkannya yang dinilai tidak jelas, sejumlah mahasiswa juga mengeluhkan adanya kriteria yang tidak jelas pada mahasiswa penerimanya.
Diduga ada sebagian mahasiswa penerima justru anak orang berada. Sehingga menyimpang dari target program bidik misi yang menyasar mahasiswa miskin berkemampuan akademis.
Mereka meminta rektorat menjelaskan persoalan ini, termasuk informasi yang menyebutkan pemotongan hanya dikenakan kepada angkatan pertama saja. Sedangkan mahasiswa penerima angkatan berikutnya, 2011 tidak dikenakan pemotongan serupa.
Namun mereka mengaku hanya semester I terjadinya pemotongan. Semester selanjutnya, termasuk pembayaran terakhir tidak ada potongan, alias utuh sebesar Rp 6 juta. (ags) 
Penulis: agus
Editor: deddy
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
59628 articles 5 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas