Gurih Laba Industri Keripik Singkong

Pemasaran adalah bagian terpenting untuk suksesnya suatu produk.

Gurih Laba Industri Keripik Singkong
TRIBUNJAMBI/FENDRY HASARI

Pemasaran adalah bagian terpenting untuk suksesnya suatu produk. Di tengah cara konvensional yang dilakukan banyak industri rumah tangga dalam memasarkan produknya, Edi Sutiyo yang memproduksi keripik singkong justru memadukan sejumlah cara agar keripiknya dikenal.


Usia usaha Edi Sutiyo dengan bendera Mawarni keripik masih seumur jagung. Baru sejak Juni lalu ia memulainya. Tak heran, dalam memasarkan keripik singkongnya ia bukan hanya men-display di rak-rak supermarket atau swalayan. Tapi, warung kecil juga ia garap.

Cara lainnya adalah merekrut tenaga pemasaran. Ini merupakan cara yang jarang ditempuh home industry yang telah ada.

"Sekarang sudah orang mulai mengenal kripik singkong ini,” ungkap lelaki biasa disapa Edi ini mengenai pengaruh pemasaran yang dilakukannya.
Dia mengklaim, tak jarang konsumen langsung datang ke rumahnya di Jalan Belibis, RT 58 Jelutung, Kota Jambi untuk membeli. Biasanya, kata dia, ada yang mengambil dalam partai banyak untuk dijual lagi.

Diakui Edi, jumlah tenaga pemasarannya masih sedikit yakni dua orang. Menurutnya, cara itu dilakukan untuk memperkenalkan produknya di tengah maraknya usaha sejenis.

Cara lain yang ia tempuh adalah membuka kesempatan menjadi agen. "Kita juga menerima agen, apabila bersedia menjadi agen maka dikasih harga spesial untuk agen,” sebutnya saat disambangi Tribun, Rabu (16/11).

Mawarni keripik ditawarkan dalam dua rasa, yaitu asin dan pedas. Produksi kripik singkong Edi mencapai 40 kilogram sehari. Jumlah itu rata‑rata habis dalam dua hari. Dari penjualan kripik singkong ini, ia mampu meraup omzet sekitar Rp 1,2 juta per hari. Ini, kata dia, tergantung ramainya orang membeli kripik singkong ini.

Edi menyediakan keripik dalam kemasan 1 kilogram, 0,5 kilogram dan ukuran kecil untuk warung-warung. Untuk ukuran mini itu ia menjualnya Rp 1.000 per bungkus.

Ada beberapa alasan mengapa ia memilih usaha kripik singkong. Selain alasan bahan baku yang mudah didapat, praktisnya proses produksi dan harga yang relatif murah membuat banyak orang menyukainya.

“Apalagi kripik singkong dibuat camilan oleh banyak orang,” ujarnya. Dari beberapa hal itulah ia melihat usaha ini berpotensi untuk ditekuni kendati sudah banyak pelakunya. (fendry hasari)

Penulis: fendry
Editor: deddy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved