Incar Jamaah Lansia

TRIBUNJAMBI.COM - BAGI orang yang beriman, Mekah dan Madinah merupakan kota suci, dan kota tua yang memendam banyak sejarah dan peninggalan

Laporan: H Abdul Kadir Husein (Kepala Kemenag Jambi dari Mekah)

BAGI orang yang beriman, Mekah dan Madinah merupakan kota suci, dan kota tua yang memendam banyak sejarah dan peninggalan. Namun bagi penjahat, dia tetapkan ladang subur melakukan tindak kejahatan seperti penipuan dan jambret, terutama jamaah lanjut usia.

 Kebanyakan yang berhaji orang tua, di antaranya sudah lanjut usia dan tidak bisa mengingat apa-apa. Apalagi kalau mereka sampai tercecer dari rombongannya. Sehingga hanya bisa pasrah. Padahal, biasanya kalau bepergian mereka selalu bawa tas gantung, berisi buku- buku kesehatan, lembaran paspor dan alamat pemondokan atau hotel.

 Di dalam tas, biasanya juga ada biaya hidup selama berhaji sebesar Rp 4.500.000.Nah, kalau ada jamaah tercecer dari rombongannya, biasanya warga yang menawarkan jasanya memeriksa lembara data hotel dalam tas itu. Karena semuanya berbahasa Arab, yang tidak semuanya dimengerti, jamaah kita tidak mau repot.

 Maka, mereka lalu menyerahkan tas tadi ke warga yang menolongnya. Di sinilah, biasanya kawanan penjahat yang berkedok memberikan pertolongan itu mengambil kesempatan. Mereka mengambil uang yang ada di dalam tas jamaah. Kawanan ini biasanya berkelompok 2-3 orang, dan ironisnya banyak dari mereka orang Indonesia yang menetap di Arab Saudi. 

 Sejauh ini, hampir semua kloter asal Jambi suah menjadi korban musibah itu. Rata-rata, satu kloter mengaku ada dua jamaahnya yang isi tasnya diacak-acak dan uangnya lenyap. Modus pelaku berkeliling layaknya jamaah, mereka juga membaur. Dalam aksinya, mereka mengintai dulu calon mangsanya.

Datang bergelombang
Kini para jamaah haji berlomba melaksanakan ibadah jelang tibanya pelaksanaan haji. Mereka pasti berada di tanah haram (haromain). Jamaah gelombang pertama ke Madinah dulu, memasuki hari ke-9 baru ke Mekah. Sebenarnya di Madinah, tidak terkit langsung dengan ibadah haji. Karena ibadah haji hanya dilakukan di Mekah, Arafah, Muzdalifah dan Mina.

 Sedangkan di Madinah tujuan utama berziarah ke makam Rasulallah SAW, dan sahabatnya. Kemudian, Nabi SAW pernah bersabda barang siapa salat di masjidku (Masjid Nabawi) 40 kali berturut-turut, pahalannya sama dengan satu kali berhaji. Akibatnya jamaah berbondong-bondong ke masjid mengejar waktu. 

 Sebagai gambaran, orang rela antre tiga jam untuk dapat saf depan, bahkan ada yang berebutan. Bagi jamaah gelombang pertama keuntungannya terbiasa salat disiplin tepat waktu di Madinah sampai Mekah. Untuk salat di Masjidil Haram orang rela berdesak-desakan untuk dapat berdoa di Multazam. Seorang jamah dari Danau Lamo, Kabupateb Muaro Jambi, berujar, di sini Islam yang sebenarnya. Orang sanggup korban apa saja demi salat dan ibadah lainnya. 


Penulis: ridwan
Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved