Bisnis Cium Batu Surga

DALAM melaksanakan ibadah haji mencium hajar aswad atau batu surga itu hukum sunat, artinya kalau jamaah haji tidak melaksanakannya tidak apa-ap

Bisnis Cium Batu Surga
net
Laporan H Abdul Kadir Husein

DALAM melaksanakan ibadah haji mencium hajar aswad atau batu surga itu hukum sunat, artinya kalau jamaah haji tidak melaksanakannya tidak apa-apa, dan tidak pula merubah kualitas hajinya. Sayidina Umar, sahabat Rasulallah pernah mengatakan bahwa seandainya aku tidak melihat Rasulallah mencium hajar aswad, aku pun tidak akan pernah menciumnya. 

 Tetapi, bagi kebanyakan jamaah haji mencium hajar aswad menjadi suatu keharusan, dan mereka sanggup mempertaruhkan apa saja termasuk keselamatan jiwanya karena mesti bertarung berdesak-desakan dengan jemaah dari berbagai bangsa yang notabene fisiknya jauh lebih besar, tinggi, tegap dan bertenaga.

 Tapi tunggu dulu, rupanya bangsa Indonesia yang memiliki fisik lebih kecil dibanding bangsa Arab, Afrika dan bangsa lainnya yang kekar dan tinggi, tidak kehabisan akal. Menyadari saudaranya dari Indonesia, ada sekelompok pemuda Indonesia di Arab Saudi memanfaatkan kekurangan jamaah Indonesia ini. 

 Ya, tentu saja mereka menawarkan jasa agar jamaah yang mau mencium hajar aswad terhindar dari kemungkinan risiko apapun, demi keselamatan jiwanya. Paling tidak aman saat mencium batu aswad tersebut. Kelompok pemuda tadi terbagi menjadi grup kecil sebanyak 5-6 orang. Mereka mengawal para jamaah yang mau mencium batu surga tersebut. 

 Namun jasa ini tentu saja tidak gratis melainkan, mereka memasang tarif mulai dari 50 rial sampai 400 rial untuk sekali pengawalan. Satu rial setara dengan Rp 2.500. Bagi jamaah yang memang berkecukupan, mereka tidak segan-segan mengeluarkan kocek sebanyak itu. Bagi yang pas-pasan, ya terpaksa berdesak-desakan di antara ribuan jamaah lainnya. 

 Maka tidak jarang ada jamaah kita dari Indonesia yang dengan susah payah untuk menjangkau batu aswad itu, mau menciumnya. Saya melihat mencium hajar aswad itu bukan saja dilihat dari aspek ibadahnya saja melainkan sudah semacam sebuah prestise untuk bahan cerita kepada keluarga, teman-teman serta tetangganya nanti, sepulang dari haji.

 Info lainnya dari tanah suci Mekah, keamanan dan kenyamanan pemondokan cukup baik. Privasi dengan jamaah sekamar pun terjaga baik, dan solid begitu juga dalam melaksanakan ibadah salat ke masjid. Jarak pondokan ke masjid pun tak begitu jauh bisa jalan kaki, namun karena cuaca sangat panas dengan temperatur 35-36 derjat celcius maksimal, banyak jamaah kita yang tak tahan dan memilih naik angkutan kota dengan ongkos sekitar 2 rial atau setara Rp 5.000. 

 Untuk umroh sunat dari pemondokan kita harus ke batas tanah haram yaitu Tanim, naik angkutan kota dengan ongkos 5-10 rial. Keamanan di masjid pun cukup bagus. Kalau lima tahun lalu jamaah perempuan ada yang bercampur dengan laki-laki ketika melaksanakan salat, sekarang tidak lagi. Karena perempuan sudah punya tempat tersendiri. (jun)

Penulis: ridwan
Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved