Selasa, 7 Juli 2015

Perajin Ukiran Betung Sepi Pembeli

Senin, 12 September 2011 22:59

" Saya resah karena penjualan setiap tahun rasanya semakin menurun,” kata Jani, satu diantara perajin ukiran kayu betung, kemarin (12/9). Berbagai ukiran mulai dari hiasan berbentuk ikan, asbak, hingga meubel yang dipajang di toko, di Jalan Lintas Jambi-Muara Bulian, sepi pembeli.

Bahkan saat jalan itu ramai dilintasi pemudik Lebaran lalu, omzet perajin di sana tidak terdongkrak juga. Jani menyebut kondisi ini sudah terjadi dalam tiga tahun terakhir.  Minat warga Jambi dan para pendatang untuk membeli kayu ukiran semakin berkurang,” ungkapnya.

Dia menyebut para perajin, termasuk dirinya sudah berusaha membuat berbagai inovasi, seperti memperbanyak jenis ukiran. Namun inovasi itu tak juga membuat mereka bisa mendongkrak omzet.  Sekarang ini benar-benar sepi. Walau sudah semakin banyak jenis kerajinan, tetap saja kondisinya sama,” ujarnya.

Kayu ukiran betung sudah ada sejak 1990, yang diinisiasi oleh Sapar, seorang pemuda desa Pulau Betung, Kecamatan Pemayung. Dia awalnya bekerja sebagai karyawan perusahaan meubel, namun akhirnya memilih keluar dari perusahaan itu.

Sapar berusaha membuat usaha sendiri dengan cara memanfaatkan limbah kayu yang kala itu banyak ditemukan di sana. Berbekal pengalaman di perusahaan tersebut, dia mencoba membuat tempat kursi untuk bersantai, hingga akhirnya dia membuat ukiran yang ukurannya lebih besar.

Sapar lalu membuat berbagai meubel ukiran khas Jambi, yang menjadi ciri khas ukiran kayu dari desa itu.  Bentuk ukiran di sini tidak sama dengan daerah lain. Kalaupun ada daerah lain yang memiliki meja dan kursi yang terbuat dari ukiran kayu, tapi motifnya jelas berbeda,” ujar Ansori, perajin lain.

Ansori menyebut masa keemasan kayu ukiran Betung sudah lewat. Hal itu ditandai dengan semakin banyaknya perajin kayu Betung berubah profesi.  Sampai 2007 masih banyak perajin ukiran di sini. Tapi setelah itu banyak yang tak sanggup bertahan karena pembeli makin sepi,” ujarnya.

Halaman12
Penulis: suang
Editor: ridwan
Sumber: Tribun Jambi
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas