Proyek Bandara Bungo Jambi Terancam Distop

MUARA BUNGO, TRIBUNJAMBI.COM - Proyek pembangunan Bandar Udara (Bandara) Muara Bungo dengan sistem multiyears

Penulis: Herupitra | Editor: ridwan

Laporan wartawan Tribun Jambi, Heru Pitra
MUARA BUNGO, TRIBUNJAMBI.COM - Proyek pembangunan Bandar Udara (Bandara) Muara Bungo dengan sistem multiyears, pengerjaannya terancam distop. Diketahui, masa kontrak pembangunan tersebut berakhir pada 12 Maret 2011. Jika hingga akhir jabatan Bupati Bungo, H Zulfikar Achmad pada 14 Juni 2011 mendatang, pembangunan bandara tidak kunjung selesai, maka pengerjaannya akan distop.

Pasalnya, aturan yang berlaku, pada pembangunan proyek multiyears, penyelesaiannya tidak boleh melebihi masa jabatan bupati.

Pada Selasa (7/6), komisi III DPRD Bungo mengundang Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Hubkominfo) Kabupaten Bungo hearing, untuk mencari jalan keluar persoalan tersebut. Pertemuan itu dipimpin ketua komisi III, Halilintar. Diketahui, sehari sebelumnya, komisi III meninjau langsung pengerjaan bandara.

Kepala dinas Hubkominfo, Syariruddin pada pertemuan itu mengakui bahwa proyek multiyeara tersebut tidak selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Namun, sebelum itu, pihaknya telah beberapa kali memperingatkan para kontraktor untuk menyelesaikan proyek tersebut tepat waktu.

Ia mengungkapkan, pada pembangunan bandara tersebut, dua kontraktor yang bertanggungjawab, yaitu PT Ria Permata Anugerah (RPA) untuk pengerjaan proyek box culvert, dan PT Paisa Pasindo Engineering (PPE), yang mengerjakan proyek pembangunan terminal dan manara pengawas.

"Untuk pembangunan box culvert yang dilakukan PT RPA, hingga saat ini pengerjaannya sudah mencapai 95 persen lebih. Saat ini sedang proses finishing," ujarnya.

Untuk pembangunan box culvert tersebut, kata Syariruddin, setelah rapat bersama tim tekhnis, disepakati untuk dilakukan perpanjangan kontrak kerja hingga 12 Juni 2011. Pihaknya sangat optimis pembangunan tersebut bisa diselesaikan tepat waktu.

Kondisi berbeda dilaporkannya terhadap pembangunan terminal dan manara pengawas. Hingga 12 Maret 2011, pembangunannya baru selesai sekitar 52 persen. Pihaknya juga telah mengambil langkah-langkah agar pembangunan bisa diselesaikan, di antaranya, melakukan perpanjangan waktu hingga 12 Agustus 2011 mendatang.

Sementara itu, Ketua DPRD Bungo, M Mahilli HM,SH yang hadir pada pertemuan tersebut mengungkapkan, pantauannya di lapangan, pihaknya sangat pesimis jika kedua proyek tersebut bisa diselesaikan tepat waktu.

"Kami juga sudah meninjau ke lokasi pembangunan proyek. Bahkan untuk pembangunan box culvert belum mencapai 95 persen seperti yang disampaikan. Jadi saya sangat pesimis proyek tersebut bisa diselesaikan pada 12 Juni nanti," katanya.

Mengenai adanya perpanjangan waktu, kata Mahilli, proyek sistem multiyears harus diselesaikan, tidak boleh melebihi jabatan bupati.

Untuk itu, ia mengharapkan agar Bagian Hukum Setda Bungo dan Bagian Hukum Sekretariat DPRD Bungo yang sengaja dipanggil pada saat hearing, untuk mengkaji dari segi hukum.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved