A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Taman Mungil dari Halaman Kecil - Tribun Jambi
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 20 Agustus 2014
Tribun Jambi

Taman Mungil dari Halaman Kecil

Minggu, 24 April 2011 11:00 WIB
Taman Mungil dari Halaman Kecil
tribunjambi/hanif burhani
Taman asri di kediaman Alexyandie di Puri Mayang
Saat iseng‑iseng main ke kawasan Puri Mayang, pandangan sempat tertuju pada sebuah rumah mungil berwarna kombinasi merah dan kelabu. Rumah tersebut pada dasarnya standar, hampir sama dengan bentuk rumah lain yang ada di kanan‑kirinya. Namun taman hijau yang berada di halaman depan rumah tersebut membuat rumah mungil itu jauh lebih cantik. Sebenarnya halaman rumah tersebut tidaklah terlalu besar, namun hal itu juga yang menarik.

Karena penasaran, Tribun pun akhirnya mencari pemilik rumah tersebut. Sosok wanita berambut sebahu datang menghampiri sesaat setelah pintu rumah tersebut diketuk. Ialah Meviana, sosok ibu tiga anak yang masih tampak muda dan segar. Ia mengajak kami ngobrol di teras rumah sambil melihat langsung taman yang mungil nan rapi itu.

Jika dilihat lebih seksama, taman berukuran sekitar 4 x 5 meter  ini memang benar‑benar sederhana. Tak ada dinding buatan, kolam ikan, maupun air mancur. Benar‑benar minimalis. Mungkin ini juga bisa menjadi masukan juga bagi Anda yang menginginkan taman rapi dan indah tanpa harus memerlukan lahan yang luas.

Rumput Jepang yang hijau membuat halaman taman tersebut seperti diberi selembar karpet. Untuk mengisi taman, beberapa tanaman semisal palm merah, beringin putih, kamboja, dan bougenvile tampak serasi dengan bentuk dan warna rumah yang minimalis modern itu. Namun dalam hal ini Mevi, panggilan akrabnya, tidak sembarang saja menanam, namun tanaman tersebut dibikin bonsai sehingga tampak mungil dan tidak menghabiskan ruang.

Selain tanaman hias, ia juga menyisipkan tanaman buah yang juga dibonsai, sehingga selain tetap indah juga bermanfaat lain. "Ada jeruk sunkies, jambu susu, dan anggur," katanya.

Di taman tersebut juga dibuat jalan setapak menggunakan batu alam putih, sehingga menambah kesan bersih dan rapi. Dengan konsep yang minimalis tersebut, penghuni rumah no 121 Bougenvile ini berhasil membuat sebuah taman yang simpel namun rapi sehingga nyaman saat dipandang.

Dari awal yang masih tanah kosong hingga tersusun taman seperti ini, Mevi mengaku tidak mengeluarkan terlalu banyak biaya karena keluarganya memang memiliki bakat seni membuat taman sehingga mereka membuat taman itu sendiri. Namun berdasarkan keterangan temannya yang menanyakan pada ahli taman, untuk pembuatan taman minimalis bisa mencapai 10 juta. "Kalau tambah kolam minimal ya sepuluh juta keatas," katanya.

Kepuasan Batin
Menurut Mevi, tak ada inspirasi yang mempengaruhinya untuk menjadikan taman tersebut hingga berbentuk seperti sekarang ini. Ide tersebut diakuinya datang begitu saja dari suami dan adiknya yang memang menyukai pertamanan. Suaminya, Alexyandie, bahkan menurutnya yang lebih sensitif dan detail kalau berbicara masalah taman. "Suami saya justru yang lebih detail terhadap taman ini daripada saya," katanya.
Suaminya yang kesehariannya bekerja di Petrochina ini, memang memiliki ide untuk membuat taman tersebut. Bersama adik dan suaminya, Mevi mulai mewujudkan taman tersebut secara bertahap. Sebenarnya bisa saja mereka menyerahkan perkerjaan ini kepada ahli taman, namun karena memang suka dan memang memiliki keterampilan untuk melakukannya maka dibuatlah taman tersebut dengan tangannya. "Rasanya lebih puas saat melihat hasil karya sendiri," ungkapnya.

Taman tersebut seakan membawa nuansa hutan mini dalam sebuah rumah. Taman itu juga yang berhasil me-refresh pikiran Alexyandie saat sepulang kerja. "Dia (suami) yang rewel duluan kalau ada tanaman yang kering atau layu," paparnya seraya mengatakan momen liburan seperti sekarang ini tak disia‑siakan suaminya untuk 'bercumbu' dengan tamannya itu, sekadar menyiram, atau merapikannya.

Menurut Alex, untuk jenis taman minimalis lebih cocok kalau menggunakan tanaman yang dibonsai. Selain tidak menghabiskan ruang, juga tidak menghalangi rumah itu sendiri. "Kalau konsepnya minimalis ya baiknya memang hindari pohon‑pohon yang terlalu besar, karena itu akan mengurangi kecantikan taman itu sendiri," katanya. (wahid nurdin)
Penulis: wahid
Editor: deddy
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
7493 articles 5 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas