Akses Internet Cepat, tapi Kok Lambat

Ada baiknya kita mempelajari fasilitas yang ditawarkan oleh provider penyedia koneksi internet ini serta melihat kebenarannya.

Akses Internet Cepat, tapi Kok Lambat
ilustrasi/net
Oleh: Efvy Zamidra Zam*


Internet saat ini telah menjadi bagian dari keseharian kita. Baik untuk bersosialisasi melalui situs jejaring sosial atau bahkan untuk meningkatkan produktivitas kerja. Akhir-akhir ini marak iklan di berbagai media mengenai akses internet unlimited dengan kecepatan yang
katanya “cepat”.

Ada baiknya kita mempelajari fasilitas yang
ditawarkan oleh provider penyedia koneksi internet ini serta melihat kebenarannya.

Kebanyakan gembar-gembor para pengiklan adalah kecepatan mencapai 7,2 Mbps. Ingat itu adalah kecepatan modemnya bukan berarti kecepatan
pemakaian Anda sewaktu Anda mengakses internet.

Gambaran paling sederhana adalah seperti sebuah motor yang mempunyai kecepatan mencapai 150 Km/jam. Pertanyaannya, sewaktu Anda mengemudikan sepeda motor tersebut apakah pernah menggunakan kecepatan
mencapai 150 Km/jam tersebut. Tentu tidak bukan.

Dalam dunia internet kecepatan 7,2 Mbps adalah kecepatan untuk HSUPA. Pertanyaannya apakah daerah Anda sudah ada sinyal tersebut??? Saya
rasa belum.

Mari kita mengenal kecepatan download internet, dalam hal ini saya mencontohkan koneksi GSM:
HSUPA (3,75G) 7,2 Mbps, HSDPA (3,5G) 3,6 Mbps
UMTS (3G) 384 Kbps, EDGE (2,75G) 236,8 Kbps atau 117,6 Kbps (tergantung teknologi yang digunakan)
GPRS (2,5G) 60 Kbps.

Ada lagi operator yang mengatakan kecepatan-nya “cepat” 384 Kbps? Apa benar segitu? Kalau daerah Anda hanya memperoleh sinyal GPRS (sinyal
3G aja belum merata di Indonesia apalagi mau HSDPA atau HSUPA). Kecepatan 384 Kbps berlaku kalau Anda tinggal di daerah yang mendapatkan sinyal 3G. Kalau Anda hanya dapat GPRS maka kecepatan Anda maksimal 60 Kbps, berarti sama saja seperti Anda menggunakan koneksi dial up, seperti Telkomnet Instan.

Kalau Anda hanya dapat sinyal EDGE maka maksimalnya adalah 236,8 Kbps, walaupun kebanyakan akan memperoleh 117,6 Kbps, yang berarti lebih
kecil dari kecepatan CDMA 2000 1X yang kecepatannya 153 Kbps.

Oke, itu baru dari istilah teknologi yang digunakan. Mari kita korek lagi. Pada operasi di lapangan, kecepatan yang kita peroleh akan SANGAT bergantung kondisi/jarak ke base station (BTS);
Semakin jauh jaraknya dari BTS semakin kecil kecepatannya. Bagi Anda yang beruntung berada dekat dengan base station, mungkin hal ini mungkin tidak berpengaruh.

Kualitas jaringan juga mengalami interferensi, misalnya akses di dalam gedung dengan dinding beton yang tebal. Hal ini akan membuat semakin
berkurangnya kecepatan akses yang kita peroleh.

Peak time, ini adalah jam-jam sibuk dimana semakin banyak orang yang mengakses internet pada saat yang bersamaan maka semakin berkurang pula kecepatan akses yang bisa Anda peroleh. Hal ini terjadi karena teknologi 3G merupakan sistem shared sehingga bandwidth yang ada dibagi rata dengan semua pengguna yang mengakses jaringan 3G tersebut.

Masih mau lagi, perhatikan penulisan kecepatan yang digunakan. Yang digunakan adalah bps bukan Bps (B besar). Hal ini memiliki arti yang berbeda jauh.

Mari kita cermati. Kita tahu bahwa 1B (1 byte) sama dengan = 8 bit (8 b). Terkadang orang
membaca bit dengan byte biar keren. Katakanlah kecepatan 384 Kbps berarti sama dengan 48 KBps.
Jika Anda mengakses internet hanya untuk facebookan saya rasa, kecepatan bukanlah hal yang utama. Kalau sekedar browsing Anda tidak menikmati kecepatan maksimal internet Anda tersebut sebab untuk
kebutuhan ini memang tidak memerlukan akses kecepatan tinggi. Kecuali, Anda sedang browsing dengan membuka banyak halaman web sekaligus.
Kecepatan maksimum hanya akan dicapai jika kita melakukan koneksi streaming, FTP (File Transfer Protocol) atau melakukan download sebuah
file.

Apa yang saya ulas di atas adalah kecepatan download bukan kecepatan upload yang bisa jadi jauh lebih turun lagi. Jadi, jangan cepat percaya gembar-gembor iklan internet cepat.


*Penulis adalah Web Consultant dan pengelola www.punyasitus.com

Editor: deddy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved