Warga Bondowoso Temukan Arca Manusia

Warga Desa Pekauman Bondowoso Jawa Timur menemukan benda purbakala

Warga Bondowoso Temukan Arca Manusia
Tribuners/Suyono
Arca Manusia ditemukan di Bondowoso
Laporan Pembaca Tribunnews.com, Suyono

BONDOWOSO, TRIBUNJAMBI.COM  - Warga Desa Pekauman Bondowoso Jawa Timur menemukan benda purbakala. Benda yang diperkirakan sejak zaman abad 14 sebelum Masehi ini berbentuk arca manusia laki-laki

Patung itu, ditemukan Amsari, warga desa setempat, saat menggali tanah untuk bahan genteng. Secara tak sengaja, cangkulnya terantuk batu.

Penasaran ia terus menggali dengan cara mengorek-ngorek tanah menggunakan sabit. “Setelah sekitar 1 1/2 meter saya gali, batu itu ternyata berbentuk arca manusia dalam posisi berbaring. Saya lantas memberitahu beberapa warga sekitar untuk membantu penggalian,” tutur Amsari waktu itu.


Benda yang ditemukan sejak Minggu (20/2/2011) berdasarkan hasil penelitian ini jadi arca primitif yang berusia sekitar 5000 tahun.

“Diperkirakan berasal dari jaman megalithikum atau sekitar 2500 sebelum Masehi” kata Wicaksano Dwi Nugroho, arkeolog dari Balai Pelestari Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan, saat di lokasi penemuan, Rabu (23/2/2011).

Nugroho mengatakan,’’ jika melihat dari bentuk pahatannya yang cenderung kasar, benda purbakala itu dipahat menggunakan batu. Karena, kala itu manusia masih belum mengenal logam. “Ini masuk kategori ritual universal,” jelasnya.

Selain itu, arca batu berbentuk manusia tersebut merupakan ungkapan penghormatan kepada tokoh atau leluhur saat itu. Arca itu juga merupakan budaya local Bondowosoan.asli yang Artinya, tidak dipengaruhi budaya daerah lain.

Penelitian terus akan dilakukan terhadap arca yang ditemukan warga secara tak sengaja tersebut. Sebab, bisanya arca itu dibuat berpasangan. “Untuk sementara pengamanannya diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Olah Raga bagian Budaya.

Benda-benda Purbakala di Bondowoso tercatat ada 900 lebih dan dengan penemuan yang baru ditemukan warga ini tersebar di 5 kecamatan,namum terbanyak terletak di Kecamatan Grujugan ada 464 situs.termasuk kubur batu yang pada zaman bahari digunakan sebagai makam.

Namun ironisnya kondisi ratusan situs-situs ini sangat memprihatinkan dan kondisinya rawan dengan penjarahan,pasalnya selain berada di pemukinman warga juga tak dipagar sebagai pengaman.

Dan ada juga yang brada di area pabrik dimana Dinas Pariwisata sendiri merasa kesulitan masuk ke akses area pabrik jka ada wisatawan sewaktu-waktu mengunjungi situs tersebut.


Editor: deddy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved