• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribun Jambi

15 Bulan Insentif tak Dibayar

Senin, 27 Desember 2010 11:47 WIB
KARYAWAN RSUD HAMBA Muara Bulian, terutama karyawan medis, mengharapkan insentif jasa medis dari pasien Jamkesmas, Askes, Jamkesda, dan Pasien umum yang belum dibayarkan bisa dicarikan solusinya.

Mereka mengaku sudah 15 bulan tidak  menikmati imbalan atas jasa medis tersebut.
 Kami tidak mengerti masalah anggaran. Kami di sini hanya tahu bekerja melayani pasien. Kalau jasa medis itu tidak jelas kapan akan dibayarkan, saya yakin tenaga medis akan malas bekerja,” ucap seorang perawat di rumah sakit tersebut kepada Tribun, Sabtu (25/12).

Ia menyebut, mereka mulai tidak semangat bekerja karena belum ada solusi konkret setelah pembicaraan mereka dengan direktur RSUD.  Semua masih bekerja seperti biasanya, tapi saya lihat teman-teman sudah banyak yang semangatnya berkurang, termasuk saya sendiri,” ucap perempuan yang sudah hampir tiga tahun bekerja di sana.

Dari hasil pembicaraan dan dialog yang mereka lakukan dengan manajemen rumah sakit, sambungnya, selalu menyebut-nyebut menunggu kepastian dari DPRD Batanghari.  Katanya anggarannya dimasukkan untuk tahun depan, tapi masih menunggu persetujuan dewan. Berarti kalau dewan tidak setuju, insentif kami akan hangus,” keluhnya.

Perawat lainnya menyebut selama ini mereka mendapatkan insentif jasa medis yang jumlahnya lumayan besar. 

Tergantung jumlah pasiennya. Tahun lalu rata-rata perawat dapat lebih dari Rp 5 juta. Kalau dokter lebih dari Rp 10 juta,” ucap perawat yang tak mau disebutkan identitasnya itu.

Mereka kembali menyebut insentif yang tidak dibayarkan kepada mereka sudah terhitung sejak Oktober 2009 hingga Desember ini.  Katanya karena kami over target jadinya sulit membayarkan insentif,” ungkapnya.

Namun, lanjutnya, ia dan teman-temannya yang lain tidak terlalu memahami hubungan antara over target dengan tidak dibayarnya insentif itu.  Kami tak paham. Kami hanya ingin uang insentif itu segera dibayarkan. Itu saja yang kami tuntut. Direktur harus bisa  bertanggungjawab,” ucapnya. (ang)
Penulis: suang
Editor: esotribun
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
992 articles 5 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas